Pasar saham Indonesia hari Senin (2/3/2026) diwarnai aksi beli yang cukup gencar pada sektor tambang. Saham-saham batu bara meroket, mengikuti sentimen panas dari lonjakan harga energi global. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, rupanya, jadi katalis utamanya.
Memandu papan atas, saham PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) melesat luar biasa. Pada pukul 09.50 WIB, SMMT tercatat naik 16,89 persen ke level Rp1.315 per saham. Pergerakannya yang tajam itu menarik perhatian banyak trader.
Tak sendirian, emiten raksasa seperti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) juga ikut merasakan angin segar. Sahamnya menguat 7,30 persen ke Rp9.925. Di belakangnya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) bertambah 3,10 persen ke posisi Rp266.
Rentetan penguatan masih berlanjut. INDY naik 3 persen, ADRO bertambah 1,71 persen, dan PTBA menguat 1,54 persen. Saham-saham lain seperti ITMG, ADMR, ABMM, dan HRUM pun ikut mencatatkan kenaikan, meski lebih moderat.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Pemicu utamanya adalah eskalasi konflik antara AS dan Israel dengan Iran, yang berujung pada tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Peristiwa ini memaksa investor global melakukan repricing risiko secara besar-besaran. Ekspektasi harga energi pun langsung ditinjau ulang.
Nah, dalam situasi seperti ini, kenaikan harga minyak yang tajam biasanya berimbas pada komoditas energi lain. Batu bara ikut terdongkrak. Ketika ketegangan memanas, modal sering kali mengalir ke aset-aset komoditas yang dianggap lebih aman, atau setidaknya punya prospek permintaan kuat jika pasokan energi fosil lain terganggu.
Artikel Terkait
IHSG Terkoreksi 1,6%, Mayoritas Sektor Tertekan di Awal Pekan
BEI Jatuhkan Lebih dari 3.000 Sanksi Sepanjang 2025, Mayoritas Keterlambatan Laporan
Impor Indonesia Tembus US$21,2 Miliar di Januari 2026, Naik 18,21 Persen
Harga Emas Pegadaian Melonjak Rp38-44 Ribu per Gram Imbas Ketegangan AS-Israel-Iran