"SIMP Group fokus pada peningkatan pengendalian biaya dan efisiensi, perbaikan operasional dan produktivitas, dan mengutamakan belanja modal sambil menerapkan praktik perkebunan berkelanjutan,"
ujarnya dalam keterangan resmi yang dikeluarkan Jumat (27/2/2026).
Posisi keuangan perseroan juga terlihat solid. Aset mereka tercatat sebesar Rp41,38 triliun, dengan kas dan setara kas yang cukup sehat di angka Rp8,35 triliun. Liabilitas berada di Rp14,78 triliun, sementara ekuitas mencapai Rp26,59 triliun. Rasio net gearing pun membaik secara signifikan, dari 0,11 kali di akhir 2024 menjadi hanya 0,04 kali pada 2025.
Namun begitu, dari sisi operasional ada sedikit catatan. Produksi Tandan Buah Segar (TBS) justru turun 2 persen menjadi 2,7 juta ton. Tapi ini tak lantas jadi berita buruk. Produksi CPO malah naik 4 persen menjadi 733 ribu ton, didorong oleh peningkatan pasokan TBS dari kebun eksternal.
Secara keseluruhan, kinerja SIMP di tahun 2025 ini menunjukkan ketahanan dan kemampuan adaptasi yang baik di pasar yang fluktuatif.
Artikel Terkait
Proyek Giant Sea Wall Butuh Dana Hingga 100 Miliar Dolar AS
OJK Jatuhkan Denda Rp3,4 Miliar dan Bekukan Izin KGI Sekuritas Terkait IPO Bermasalah
Matahari Department Store Bagikan Dividen Rp564 Miliar Meski Laba Turun
Pertamina Naikkan Harga BBM Non-Subsidi Mulai Hari Ini