Bagaimana dengan kewajibannya? Total liabilitas tercatat Rp1,96 triliun, dengan rincian jangka pendek Rp1,88 triliun dan jangka panjang Rp74,14 miliar. Alhasil, ekuitas perseroan pun terdongkrak menjadi Rp6,78 triliun.
Yang juga patut disorot adalah arus kas operasional. Di tahun 2025, arus kas bersih dari aktivitas operasi surplus di angka Rp1,91 triliun, naik sekitar 10,32 persen. Penerimaan kas dari pelanggan yang melonjak 17,56 persen menjadi Rp10,58 triliun jelas jadi penyumbang utama.
Dengan posisi kas dan setara kas yang mencapai Rp947,92 miliar, Cimory punya pondasi yang cukup kuat untuk mendukung rencana ekspansi bisnis mereka ke depan.
Tak cuma soal angka, Farell juga menyoroti aspek kemitraan dan keberlanjutan. Perseroan bermitra dengan lebih dari 18 ribu peternak sapi lokal. Strategi ini dinilai inklusif dan berkelanjutan, dengan fokus pada pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi lokal.
Komitmen terhadap lingkungan juga diperkuat. "Pada aspek lingkungan, perseroan memperkuat komitmen terhadap efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon melalui instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada fasilitas produksi olahan susu," kata Farell.
Dia memperkirakan, dengan pemasangan PLTS tersebut, fasilitas produksi mereka bisa mengurangi emisi karbon sekitar 210 ton setiap bulannya. Langkah kecil yang dampaknya besar.
Artikel Terkait
Sari Roti Rencanakan Diversifikasi ke Bisnis Pakan Ternak dari Limbah Produksi
IHSG Menguat Tipis ke 8.235,49 Didorong Aksi Beli di Saham-Saham Emiten Tertentu
Rupiah Melemah ke Rp16.787, Dihantui Ketegangan Geopolitik dan Tarif AS
Direktur BLTA A Yulian Hery Ernanto Mundur, Saham Anjlok 2,38%