Yulian sendiri bukan nama baru di BLTA. Ia mulai duduk di kursi direksi berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham pada pertengahan Agustus 2022. Sebelumnya, karir profesionalnya banyak dihabiskan di dunia konsultasi. Dari tahun 2011 hingga 2016, ia membangun bisnis di PT Deloitte Consulting. Lalu, sempat menjadi konsultan independen sebelum akhirnya bergabung dengan BLTA.
Latar belakang pendidikannya pun kuat. Ia adalah lulusan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1987.
Di pasar saham, kabar mundurnya Yulian ini sepertinya ditanggapi negatif oleh investor. Hingga pukul 14.18 WIB siang tadi, saham BLTA tercatat melemah 2,38 persen, terperosok ke level Rp41 per lembar.
Kini, semua mata tertuju pada RUPS mendatang yang akan mengesahkan pengunduran diri ini sekaligus mencari penggantinya.
Artikel Terkait
IHSG Menguat Tipis ke 8.235,49 Didorong Aksi Beli di Saham-Saham Emiten Tertentu
Rupiah Melemah ke Rp16.787, Dihantui Ketegangan Geopolitik dan Tarif AS
Cimory Catat Laba Bersih Rp2,03 Triliun di 2025, Tumbuh 33,8 Persen
MNC Asset Management dan SF Sekuritas Gelar IG Live Bahas Investasi Syariah Jelang Ramadan