Paradise Indonesia Pacu Pertumbuhan Dua Digit Usai Raih Untung Rp500 Miliar

- Kamis, 22 Januari 2026 | 19:15 WIB
Paradise Indonesia Pacu Pertumbuhan Dua Digit Usai Raih Untung Rp500 Miliar

Optimisme tampak jelas dari PT Indonesian Paradise Property Tbk, atau yang lebih dikenal sebagai Paradise Indonesia. Menutup tahun buku 2025, perusahaan properti yang punya sejumlah aset ikonik ini yakin bisa meraih capaian positif. Targetnya pun ambisius: pertumbuhan double digit.

Trennya memang solid. Kinerja mereka menguat, didorong oleh dua hal utama. Pertama, penjualan properti lewat Antasari Place yang bergerak dengan baik. Kedua, ada keuntungan investasi yang sukses direalisasikan berkat kolaborasi dengan developer ternama asal Jepang. Kontribusi dari dua sumber pendapatan ini memberikan dorongan yang signifikan bagi perusahaan.

Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, menjelaskan lebih detail.

"Sepanjang 2025, kami mencatat sejumlah pencapaian penting. Ada kemitraan dengan pengembang terkemuka di Asia, juga penyelesaian dua proyek utama, Antasari Place di Jakarta dan perluasan 23 Paskal di Bandung, tepat sesuai rencana. Semua ini tercermin dalam kinerja keuangan kami," ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (22/01/2026).

Ia menambahkan, "Karena itu, kami optimistis menutup 2025 dengan hasil yang positif."

Kalau dirunut, awal 2025 memang sudah diawali dengan gebrakan. Paradise Indonesia menjalin joint venture dengan Hankyu Hanshin Properties, raksasa properti dari Jepang. Kerja sama untuk pengembangan kawasan komersial di Bali ini langsung mendatangkan keuntungan investasi yang tak main-main: Rp500 miliar, dan itu tercatat di kuartal pertama tahun lalu.

Tak berhenti di situ, paruh pertama tahun juga diwarnai penjualan unit di Antasari Place. Proses serah terima unitnya sendiri masih berlangsung dan ditargetkan tuntas sepenuhnya di tahun 2026 nanti.

Lantas, bagaimana angka-angka riilnya? Laporan keuangan hingga kuartal III 2025 menunjukkan gambaran yang cukup terang. Pendapatan perusahaan melonjak 49,8 persen year-on-year, menjadi Rp1,31 triliun. Sementara laba bersihnya naik mencapai Rp493,9 miliar.

Angka-angka itu, menurut perusahaan, terutama didorong oleh keuntungan investasi dan pertumbuhan gila-gilaan di segmen penjualan properti. Bisnis-bisnis lain mereka juga berkontribusi positif. Intinya, fundamental bisnis mereka terlihat kokoh.

Memasuki 2026, fokusnya bergeser. Paradise Indonesia kini memprioritaskan penguatan portofolio bisnis untuk pertumbuhan jangka panjang. Strateginya dijalankan bertahap, dengan mengembangkan proyek di wilayah-wilayah strategis. Semarang dan Balikpapan masuk dalam radar ekspansi mereka.

Di sisi lain, mereka juga tak lupa mengasah kinerja operasional dan meningkatkan kualitas aset yang ada. Tujuannya jelas: memperkuat pondasi bisnis. Yang menarik, perusahaan berusaha menjaga porsi pendapatan berulang (recurring income) dari portofolio propertinya agar stabil di angka sekitar 70 persen. Sebuah langkah untuk menjaga kestabilan di tengah gencarnya ekspansi.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar