Optimisme tampak jelas dari PT Indonesian Paradise Property Tbk, atau yang lebih dikenal sebagai Paradise Indonesia. Menutup tahun buku 2025, perusahaan properti yang punya sejumlah aset ikonik ini yakin bisa meraih capaian positif. Targetnya pun ambisius: pertumbuhan double digit.
Trennya memang solid. Kinerja mereka menguat, didorong oleh dua hal utama. Pertama, penjualan properti lewat Antasari Place yang bergerak dengan baik. Kedua, ada keuntungan investasi yang sukses direalisasikan berkat kolaborasi dengan developer ternama asal Jepang. Kontribusi dari dua sumber pendapatan ini memberikan dorongan yang signifikan bagi perusahaan.
Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, menjelaskan lebih detail.
"Sepanjang 2025, kami mencatat sejumlah pencapaian penting. Ada kemitraan dengan pengembang terkemuka di Asia, juga penyelesaian dua proyek utama, Antasari Place di Jakarta dan perluasan 23 Paskal di Bandung, tepat sesuai rencana. Semua ini tercermin dalam kinerja keuangan kami," ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (22/01/2026).
Ia menambahkan, "Karena itu, kami optimistis menutup 2025 dengan hasil yang positif."
Kalau dirunut, awal 2025 memang sudah diawali dengan gebrakan. Paradise Indonesia menjalin joint venture dengan Hankyu Hanshin Properties, raksasa properti dari Jepang. Kerja sama untuk pengembangan kawasan komersial di Bali ini langsung mendatangkan keuntungan investasi yang tak main-main: Rp500 miliar, dan itu tercatat di kuartal pertama tahun lalu.
Artikel Terkait
ELPI Bagikan Dividen Rp126 Miliar untuk Tahun Buku 2025
DSSA Setujui Stock Split 1:25, Harga Saham Bakal Turun ke Rp3.750
DSSA Lakukan Stock Split 1:25 untuk Perluas Basis Investor
DSSA Lakukan Stock Split 1:25, Saham Targetkan Lebih Terjangkau Investor Retail