Laba bersih Astra tercatat Rp32,8 triliun tahun lalu, turun sekitar 3 persen dari posisi Rp33,9 triliun di 2024. Dengan kondisi itu, pembagian dividen ini mengambil porsi 48,15 persen dari total laba bersih. Sisa lainnya, kata perusahaan, akan dipakai buat pengembangan usaha.
Di sisi lain, kondisi keuangan Astra terlihat masih solid. Laporan keuangan per akhir 2025 menunjukkan posisi kas dan setara kas mereka membengkak jadi Rp52,6 triliun. Angka ini lebih tinggi ketimbang akhir 2024 yang 'cuma' Rp48,4 triliun.
Bagaimana dengan respon pasar? Hingga siang tadi, saham ASII melemah 1,12 persen ke level Rp6.650. Dengan harga itu, perhitungan dividend yield-nya kira-kira 4,4 persen untuk dividen final. Kalau dihitung total dividen (interim plus final), yield-nya bisa mencapai 5,9 persen.
Jadi, meski labanya turun sedikit, para investor tetap bisa menikmati bagi hasil yang cukup menarik dari raksasa otomotif ini.
Artikel Terkait
MNC Asset Management dan SF Sekuritas Gelar IG Live Bahas Investasi Syariah Jelang Ramadan
Harga Emas Pegadaian Naik Tipis, Galeri24 Tembus Rp3,06 Juta per Gram
GoTo Buka Suara Soal Investasi Google dan Posisi Nadiem Makarim
Laba Bersih ENRG Melonjak 21,4% ke USD 91,35 Juta di 2025