Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas ke Arah Tenggara

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 13:15 WIB
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas ke Arah Tenggara

Sabtu pagi (7/3/2026) menjadi hari yang mencekam bagi warga di sekitar kaki Gunung Semeru. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali menunjukkan keganasannya dengan erupsi disertai luncuran awan panas. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.20 WIB, meski kabut tebal menyelimuti puncak sehingga tinggi kolom abunya tak bisa diamati dengan jelas.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengonfirmasi kejadian ini melalui laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada 7 Maret 2026 pukul 10.20 WIB, namun tinggi kolom abu tidak teramati," jelas Sigit.

Menurutnya, getaran erupsi terekam jelas di seismogram. Amplitudonya mencapai 12 milimeter dengan durasi yang cukup panjang, yakni sekitar 4 menit 35 detik. Erupsi kali ini berupa awan panas guguran yang mengarah ke tenggara, tepatnya ke aliran Besuk Kobokan. Sayangnya, jarak luncur pastinya belum bisa dipastikan karena terhalang kabut.

Ini bukan erupsi tunggal. Catatan petugas menunjukkan, sepanjang hari Sabtu itu Semeru sudah sembilan kali bergejolak. Rentetan itu dimulai sejak dini hari, pukul 00.23 WIB. Erupsi kesembilan di pukul 10.20 lah yang kemudian disertai luncuran awan panas yang mengkhawatirkan.

Status gunung api ini masih tetap di Level III atau Siaga. Artinya, ancaman nyata masih membayangi. Sigit menegaskan rekomendasi untuk tidak beraktivitas sama sekali di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari puncak. Itu zona inti bahaya.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai. Sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan ini berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa menjangkau hingga 17 kilometer," katanya lagi.

Tak cuma itu. Radius 5 kilometer dari kawah juga harus benar-benar steril dari aktivitas manusia. Kawasan itu rawan diterjang lontaran batu pijar yang mematikan. Kewaspadaan ekstra juga diperlukan terhadap ancaman sekunder seperti guguran lava dan lahar, terutama di sejumlah besuk atau aliran sungai seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Bahkan anak-anak sungai dari Besuk Kobokan pun berpotensi dilanda lahar.

Suasana di lereng Semeru kini dipenuhi keheningan yang waspada. Langit kelabu dan hawa yang menusuk mengingatkan semua orang akan kekuatan alam yang tak terbendung di atas sana.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar