Ia menegaskan bahwa Tehran sudah menyampaikan tuntutannya dengan jelas: sanksi harus dicabut dan mekanisme pelonggarannya harus jelas. Dialog, katanya, akan berlanjut minggu depan.
Sebelumnya, ada juga sinyal positif dari Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr Albusaidi. Menurutnya, perundingan sudah mencatat kemajuan yang cukup signifikan.
Tapi di lantai bursa, reaksinya lebih pada penghapusan premi risiko.
“Penurunan harga ini cuma mencerminkan pasar yang mulai mengurangi premi risiko geopolitik mereka,” ujar Shohruh Zukhritdinov, seorang trader minyak yang berbasis di Dubai.
Menurutnya, pelaku pasar mulai sedikit lega. Kekhawatiran akan pengetatan sanksi lebih lanjut atau gangguan di Selat Hormuz perlahan berkurang.
Tapi Zukhritdinov mengingatkan, kondisi fundamental pasar sebenarnya tidak berubah sama sekali.
“Pasokan masih melimpah. OPEC kemungkinan akan menambah produksi mulai April nanti. Dan Iran sendiri terus mempercepat ekspornya. Jadi pergerakan hari ini lebih soal sentimen sesaat, bukan perubahan struktural yang mendasar,” pungkasnya.
Jadi, untuk sementara, pasar bernapas lega. Tapi semua masih menunggu. Pekan depan, pembicaraan kembali digelar, dan gejolak harga bisa saja terjadi lagi.
Artikel Terkait
Wall Street Dibuka Merah, Dihantui Ketegangan Iran dan Inflasi yang Membandel
RGAS Rencanakan Diversifikasi ke Bisnis Material Konstruksi pada 2026
Prabowo Ucapkan Terima Kasih kepada Putin atas Dukungan Masuknya Indonesia ke BRICS
YULE Bagikan Dividen Rp15,8 Miliar, Cair 13 Mei 2026