InJourney Airports Borong 32 Penghargaan Kepuasan Penumpang ACI 2025

- Rabu, 25 Februari 2026 | 09:30 WIB
InJourney Airports Borong 32 Penghargaan Kepuasan Penumpang ACI 2025

Selasa lalu, tepatnya 24 Februari 2026, ada kabar membanggakan dari dunia aviasi kita. PT Angkasa Pura Indonesia, yang kini lebih dikenal sebagai InJourney Airports, berhasil membawa pulang 32 penghargaan kelas dunia sekaligus. Penghargaan ACI ASQ Customer Experience Awards 2025 ini bukan sekadar piala, tapi penegasan posisi bandara-bandara Indonesia di peta global.

Menurut sejumlah saksi, pengumuman dari Airport Council International (ACI) ini cukup menggemparkan. Organisasi yang mewakili lebih dari 2.200 bandara di dunia itu memasukkan sepuluh bandara di bawah naungan InJourney Airports dalam daftar penerima penghargaan. Ini bukanlah pencapaian yang instan. Sejak resmi berdiri di September 2024, InJourney memang gencar melakukan transformasi. Dan hasilnya, mulai terlihat nyata sekarang.

Nah, soal penghargaan ACI ASQ ini sendiri punya bobot yang berbeda. Program ini dianggap unik karena mengukur kepuasan penumpang secara langsung, alias real-time, saat mereka benar-benar ada di bandara. Mulai dari area keberangkatan sampai kedatangan. Hasilnya? Gambaran yang paling akurat tentang pengalaman traveler, tanpa filter.

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menyambut baik pencapaian ini. Baginya, ini adalah fase krusial.

“Kami sedang mewujudkan bandara sebagai wajah dan kebanggaan bangsa,” ujarnya.

“Terima kasih tak terhingga untuk regulator, seluruh stakeholder, karyawan, dan tentunya para penumpang. Dukungan Anda semua yang membuat ini mungkin. Penghargaan ini bukti bahwa program transformasi kami sudah di jalur yang benar. Komitmen untuk Melayani Sepenuh Hati bukan sekadar janji,” tambah Pahlevi.

Transformasi masif yang dia maksud berjalan di atas tiga pilar utama. Pertama, Premises, yang fokus menghadirkan infrastruktur dan fasilitas berkelas untuk pengalaman penumpang yang lebih baik. Kedua, Process, berupa kolaborasi ketat antar-instansi di ekosistem bandara untuk menaikkan efisiensi dan kecepatan layanan. Ketiga, People, yaitu pengembangan SDM yang berstandar global dan benar-benar berpusat pada pelanggan. Semua itu didukung teknologi sebagai penggerak utamanya.

Dua Bandara Tersibuk Jadi Pilot Project

Dalam gelaran awards tahun ini, dua bandara tersibuk Indonesia menjadi sorotan. Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, menyabet gelar Best Airport at Departures untuk kategori penumpang di atas 40 juta di Asia-Pasifik. Mereka juga dinobatkan sebagai Cleanest Airport di region yang sama.

Sementara itu, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali tak kalah mentereng, meraih predikat Best Airport untuk kategori 15 hingga 25 juta penumpang.

Yang juga patut dicatat, dua bandara lain berhasil meraih penghargaan sangat eksklusif: ACI World Director General’s Roll of Excellence. Penghargaan ini hanya untuk bandara yang konsisten juara dalam berbagai kategori selama 5 tahun dalam kurun 10 tahun. Dan bandara yang berhak menyandangnya adalah Bandara Internasional Yogyakarta dan Bandara Pattimura Ambon. Luar biasa, bukan?

Wakil Direktur Utama InJourney Airports, Achmad Syahir, melihat prestasi ini dari sudut pandang yang sedikit berbeda. Baginya, ini bukan sekadar kebanggaan.

“Ini juga bahan evaluasi berharga untuk terus meningkatkan standar pelayanan kita,” kata Syahir.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar