Gencatan senjata memang sudah berlaku sejak Oktober 2025 lalu. Tapi di lapangan, situasinya jauh dari kata damai. Israel kembali melancarkan serangan di Gaza, dan kali ini menelan korban jiwa. Tujuh orang dilaporkan tewas.
Menurut laporan Badan Pertahanan Sipil Gaza yang diterima AFP, serangan udara terjadi semalam. Dari sisi lain, militer Israel punya klaim berbeda. Mereka menyebut sasaran serangan adalah sel teroris bersenjata yang aktif di wilayah Palestina.
Juru bicara badan tersebut, Mahmoud Bassal, memberikan gambaran yang lebih rinci. Menurutnya, sebuah drone Israel melepaskan dua rudal. Lokasinya dekat pos polisi di kamp pengungsi Al-Bureij.
"Selain tujuh orang tewas, beberapa orang lainnya terluka, empat di antaranya kritis,"
Ucapan Bassal itu mengonfirmasi betapa brutalnya dampak serangan itu. Informasi dari Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Gaza tengah semakin melengkapi cerita duka ini. Mereka menyatakan telah menerima enam jenazah.
Tak cuma itu. Tujuh orang korban luka-luka juga dilarikan ke sana. Empat di antaranya dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. “Kondisi kritis karena dampak langsung pada wajah, dada, dan bagian tubuh lainnya,” begitu bunyi laporan rumah sakit itu. Serangan ini jelas meninggalkan luka yang dalam, baik secara harfiah maupun kiasan.
Artikel Terkait
Indonesia Dorong Sistem Royalti Digital Global yang Lebih Adil di Forum ASEAN
Prabowo: Kekuatan Bangsa Berakar dari Penghormatan pada Budaya Sendiri
Pemerintah dan TNI Turun Tangan Tangkal Ledakan Populasi Ikan Sapu-sapu di Sungai Ciliwung
DPR Klaim Pengadaan Motor Listrik BGN Sesuai Prosedur Anggaran 2025