Lantas, siapa yang mengendalikan perusahaan ini? Berdasarkan data kepemilikan hingga akhir Januari 2026, pengendali utama saham HILL adalah PT Hillcon Equity Management dan seorang individu bernama Hersan Qiu.
Secara rinci, komposisi pemegang saham mayoritas adalah sebagai berikut:
Hillcon Equity Management menguasai 6,30 miliar saham atau setara 42,76 persen. Posisi berikutnya dipegang oleh CGS International (20,02 persen), Bukit Persada Indonesia (16,15 persen), dan Trimegah Sekuritas (9,43 persen). Sementara itu, kepemilikan publik tercatat sebesar 11,64 persen.
Hersan Qiu, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama perusahaan, tercatat sebagai penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari kepemilikan saham tersebut.
Catatan Penting bagi Investor
Perlu diingat, perseroan melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada 2023 dengan melepas 442 juta saham di harga Rp1.250 per lembar. Hasil dari go public tersebut berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp552,87 miliar.
Namun, kinerja sahamnya belakangan ini cukup menantang. Pada penutupan perdagangan Kamis, 19 Februari 2026, HILL ditutup pada posisi auto-reject bawah di harga Rp58. Tekanan jual yang kuat tercermin dari pelemahan harga yang mencapai 63,98 persen dalam rentang satu bulan terakhir, sebuah kondisi yang patut menjadi pertimbangan tersendiri bagi para pemangku kepentingan.
Artikel Terkait
OPEC+ Naikkan Kuota Produksi, Namun Gangguan di Selat Hormuz Hambat Realisasi
Indonesia dan Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Jasa Instalasi Perairan untuk Ekspansi Migas
Analis Proyeksi Harga Minyak Bisa Tembus USD116 per Barel Pekan Depan
BNI Lepas 99,9% Saham BNI Asset Management ke Danantara Rp359,64 Miliar