Agus Susanto menjelaskan bahwa pendirian entitas baru ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi perusahaan. "GPI dimaksudkan untuk menjadi anak usaha yang melakukan kegiatan usaha di bidang pariwisata khususnya perhotelan dan restoran," tuturnya.
Tahapan Menuju Operasional Komersial
Hingga saat ini, GPI belum menjalankan aktivitas operasional maupun kegiatan komersial. Fokus utama masih tertuju pada penyusunan perencanaan bisnis yang matang dan proses pengurusan berbagai perizinan yang diperlukan. Transisi dari tahap persiapan ke fase operasional membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Agus memberikan proyeksi waktu yang realistis mengenai kontribusi bisnis baru ini. "Perseroan memperkirakan GPI dapat mulai beroperasi secara komersial pada pertengahan tahun 2027. Pada tahap awal operasional, kontribusi GPI terhadap pendapatan perseroan diperkirakan belum material terhadap laporan keuangan konsolidasian perseroan," jelasnya.
Pernyataan ini menunjukkan kehati-hatian manajemen dalam mengelola ekspektasi investor, sekaligus menegaskan bahwa bisnis inti distributor kartu SIM masih akan menjadi penopang utama kinerja keuangan perusahaan untuk beberapa tahun ke depan.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Potong BPHTB 50% untuk Pembeli Rumah Pertama di Bawah Rp500 Juta
Laba Bersih Trisula International Melonjak 33% pada 2025 Didorong Ekspor
BSA Logistics Targetkan Rp302 Miliar dari IPO, Mayoritas untuk Akuisisi Perusahaan Afiliasi
WIKA Pangkas Utang Rp3,87 Triliun Meski Rugi Bersih Membengkak