Fokus kemudian beralih sepenuhnya ke laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) Jumat pagi. Kehati-hatian ini mendorong aksi beli di pasar obligasi, yang menekan imbal hasil. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun turun 7 basis poin menjadi 4,099%, sementara imbal hasil obligasi 2 tahun turun ke 3,460%.
Laporan Keuangan Cisco Picu Aksi Jual Teknologi
Pemicu langsung penurunan pasar berasal dari lanskap korporasi, tepatnya dari raksasa jaringan Cisco Systems. Laporan margin laba kotor perusahaan yang berada di bawah proyeksi analis pada Rabu malam memicu reaksi keras. Saham Cisco terjun bebas 12,3 persen, menjadi salah satu penyumbang kerugian terbesar di Nasdaq.
Analis menduga tekanan pada Cisco terkait dengan lonjakan harga chip memori. Demam investasi di pusat data untuk mendukung kecerdasan artifisial telah menyedot pasokan chip global, mendorong harga naik. Kondisi ini berdampak pada biaya produksi untuk perusahaan seperti Cisco, yang perangkat keras jaringannya sangat bergantung pada komponen semikonduktor tersebut.
Performa Berbeda di Sektor Konsumen
Di tengah tekanan sektor teknologi, beberapa perusahaan konsumen menunjukkan ketahanan. McDonald's, misalnya, berhasil mengungguli perkiraan penjualan dan laba kuartal keempatnya. Strategi paket makanan bernilai dan promosi yang agresif berhasil menarik konsumen di pasar domestik AS yang lebih berhati-hati dalam berbelanja, sementara permintaan di pasar internasional seperti Australia dan Inggris tetap stabil.
Sementara itu, Restaurant Brands International, induk perusahaan Burger King, mencatatkan penjualan kuartalan yang lebih baik dari perkiraan, meski sahamnya hanya mengalami penurunan tipis. Perhatian investor juga tertuju pada laporan keuangan dari perusahaan teknologi lain seperti Arista Networks dan Applied Materials yang dijadwalkan setelah penutupan pasar Kamis.
Artikel Terkait
Harga Minyak Dunia Melemah Didorong Rumor Perdamaian di Timur Tengah
Konflik Timur Tengah Pacu Harga Batu Bara, Saham Emiten di BEI Menguat
Analis MNC Sekuritas: IHSG Masih Rawan Koreksi ke Area 6.745
Impack Pratama Catat Kinerja 2025 Lebih Baik dari Target, Waspadai Tantangan 2026