Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa Washington sedang menjajaki pembicaraan dengan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf. Menurutnya, kita akan tahu hasilnya kira-kira dalam seminggu ke depan.
"Kita akan mengetahuinya," ujar Trump dalam wawancara dengan New York Post yang dikutip Anadolu Agency, Selasa lalu.
"Saya akan memberi tahu Anda dalam waktu sekitar seminggu."
Ini bukan kali pertama Trump bersikap terbuka soal komunikasi dengan Teheran. Sebelumnya, dia sempat berkomentar bahwa AS sedang berbicara dengan "orang penting" di Iran, meski enggan menyebut nama. Alasannya cukup mengejutkan: "Saya tidak ingin mereka dibunuh."
Di sisi lain, laporan dari Politico pekan lalu mengungkap fakta menarik. Ternyata, pemerintahan Trump diam-diam memandang Qalibaf sebagai mitra potensial, bahkan calon pemimpin masa depan Iran.
Namun begitu, klaim Trump ini langsung dibantah oleh pihak Iran. Mereka menyatakan belum ada negosiasi langsung dengan AS. Kontak yang terjadi, jika ada, hanya sebatas pesan yang disalurkan lewat perantara tidak lebih dari itu.
Trump tampaknya melihat perubahan di internal Iran. Dia menggambarkan adanya pergeseran mendasar dalam kepemimpinan negara tersebut. Para pemimpin lama, katanya, sudah digantikan oleh tokoh-tokoh baru yang lebih mudah diajak bekerja sama.
"Terjadi perubahan rezim total karena rezim-rezim masa lalu telah lenyap," tegasnya.
Dan kelompok yang sekarang, menurut Trump, jauh lebih masuk akal.
Artikel Terkait
Lift JPO Lenteng Agung Kembali Berfungsi Usai Diperbaiki dari Kerusakan Akibat Vandalisme
Motorola Edge (2026) Resmi Meluncur, Hadirkan Kamera Telefoto dan Ketahanan Militer di Kelas Menengah
Partai Likud Tegaskan Netanyahu Maju Lagi di Pemilu Israel Usai Trump Ragukan Niat Politiknya
MGPA dan Pemda Matangkan Persiapan MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika