Mulai hari ini, Jumat pertama di bulan April 2026, suasana di kantor-kantor pemerintah bakal terasa lebih sepi. Ya, kebijakan kerja dari rumah atau WFH resmi diberlakukan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat. Tapi, jangan bayangkan semua instansi bakal kosong melompong. Ada pengecualian.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam jumpa pers virtual Selasa lalu, menegaskan bahwa beberapa sektor vital tetap harus beroperasi seperti biasa dari kantor atau lapangan.
“Terdapat sektor yang dikecualikan dari WFH dan tetap bekerja dari kantor atau lapangan,” ujarnya.
Ia lalu merinci sektor-sektor yang dimaksud. Pengecualian ini mencakup layanan publik yang pokok, mulai dari kesehatan, keamanan, sampai kebersihan. Tak cuma itu, sektor-sektor yang dianggap strategis untuk perputaran roda ekonomi juga tak ikut kebijakan ini.
“Yaitu sektor layanan publik seperti kesehatan, keamanan, kebersihan. Serta sektor strategis seperti industri atau produksi, energi, air, bahan pokok makanan minuman, perdagangan transportasi, logistik, dan keuangan,” jelas Airlangga.
Jadi, intinya kebijakan ini memang khusus untuk ASN. Tujuannya ganda: selain menghemat energi, juga mendorong percepatan transformasi digital dalam pelayanan. Langkah ini langsung berlaku efektif sejak tanggal 1 April.
Mengapa Justru Hari Jumat?
Lantas, kenapa dipilih hari Jumat? Rupanya, ini bukan ide yang sama sekali baru. Menurut Airlangga, sejumlah kementerian sudah lebih dulu menerapkan pola kerja serupa pasca-pandemi COVID-19 dulu.
“Mengapa dipilih Jumat karena memang sebagian sudah beberapa kementerian lakukan itu kerja 4 hari dalam seminggu dengan aplikasi,” bebernya.
Artikel Terkait
Bupati Banyuwangi Paparkan Capaian 2025: IPM Naik, Kemiskinan Turun, Ekonomi Tumbuh 5,65%
Pemprov DKI Siapkan Aturan Teknis WFH Jumat, Layanan Publik Tetap Beroperasi
INET dan WIFI Perluas Kolaborasi ke Layanan Tetap Nirkabel
Fadli Zon Serukan Efisiensi Energi dan Kerja Adaptif di Kementerian Kebudayaan