Kasus Ebola Dikonfirmasi di Wilayah Pemberontak Kongo, Wabah Meluas ke Kivu Selatan

- Jumat, 22 Mei 2026 | 16:45 WIB
Kasus Ebola Dikonfirmasi di Wilayah Pemberontak Kongo, Wabah Meluas ke Kivu Selatan

Seorang pria berusia 28 tahun di wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak M23 di Provinsi Kivu Selatan, Republik Demokratik Kongo, dikonfirmasi terinfeksi virus Ebola. Kasus ini menjadi kekhawatiran baru di tengah meluasnya wabah yang sebelumnya terkonsentrasi di Provinsi Ituri.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis, 21 Mei 2026, kelompok M23 menyebutkan pasien berasal dari zona kesehatan Miti-Murhesa, wilayah Kabare, sekitar 20 kilometer di utara ibu kota provinsi, Bukavu. Sebelum meninggal dunia, pria tersebut diketahui melakukan perjalanan dari Kisangani di Provinsi Tshopo, bagian timur negara itu.

Pemakaman jenazah telah dilakukan sesuai protokol kesehatan guna menekan risiko penularan di masyarakat. Hingga saat ini, belum ada laporan kasus Ebola di Provinsi Tshopo, yang menjadi titik awal perjalanan pasien.

Kelompok M23, melalui pernyataannya, mengungkapkan bahwa lebih dari 200 sampel dari kasus suspek Ebola di wilayah kekuasaan mereka telah dikirim ke Goma, ibu kota Provinsi Kivu Utara, untuk dianalisis di laboratorium. Satu kasus terkonfirmasi lainnya saat ini masih dalam pengawasan medis ketat di Goma, sementara individu yang memiliki riwayat kontak dengan pasien telah menjalani isolasi.

Wabah Ebola pertama kali diumumkan secara resmi pada 15 Mei di Provinsi Ituri, Kongo bagian timur. Sejak saat itu, otoritas kesehatan setempat bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 600 kasus suspek dan 139 kematian yang probable. Awalnya wabah hanya terkonsentrasi di Ituri, namun kini telah menyebar ke Kivu Utara dan Kivu Selatan. Dua kasus impor yang melibatkan warga Kongo juga telah dilaporkan di Uganda.

Pada pekan lalu, WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo sebagai darurat kesehatan global. Keputusan ini diambil menyusul lonjakan kasus dan angka kematian di wilayah timur negara tersebut. Ebola merupakan penyakit serius dengan tingkat fatalitas tinggi yang menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita, benda yang terkontaminasi, maupun jenazah korban yang terinfeksi.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar