Di tengah hiruk-pikuk laporan emiten, perhatian utama pelaku pasar tetap tertuju pada data ekonomi makro. Laporan CPI yang dijadwalkan rilis Jumat (13 Februari 2026) dinilai sebagai penentu arah kebijakan moneter The Fed dalam beberapa bulan ke depan. Analis memprediksi bahwa angka inflasi yang lebih lunak dapat kembali membuka pintu bagi ekspektasi penurunan suku bunga, asalkan pertumbuhan ekonomi tetap stabil.
Harapan itu sedikit teredam oleh serangkaian data ketenagakerjaan yang baru-baru ini dirilis. Laporan nonfarm payrolls Januari yang jauh melampaui perkiraan, diikuti dengan klaim pengangguran mingguan yang lebih rendah dari ekspektasi, menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja AS.
Dampak Data Ketenagakerjaan terhadap Ekspektasi Suku Bunga
Kekuatan pasar tenaga kerja, ditambah dengan inflasi yang belum sepenuhnya mereda, dinilai oleh banyak pengamat mengurangi urgensi The Fed untuk segera memangkas suku bunga. Padahal, ekspektasi akan pelonggaran kebijakan moneter inilah yang menjadi salah satu pendorong utama kenaikan pasar saham dalam beberapa bulan terakhir. Perubahan sentimen ini menciptakan kehati-hatian di antara investor.
Laporan Emiten Berlanjut
Dari sisi korporasi, McDonald's berhasil membukukan keuntungan dengan melampaui proyeksi analis, yang turut mendukung penguatan indeks. Sementara itu, pasar masih menanti hasil kinerja sejumlah perusahaan lain. Laporan keuangan dari Coinbase, Applied Materials, dan Rivian dijadwalkan dirilis setelah penutupan perdagangan hari ini, yang akan memberikan gambaran lebih lanjut tentang kesehatan sektor-sektor spesifik.
Secara keseluruhan, suasana pasar hari ini menggambarkan dinamika antara optimisme terhadap pertumbuhan perusahaan dan kehati-hatian terhadap sinyal kebijakan moneter. Semua mata kini tertuju pada data inflasi besok, yang diharapkan dapat memberikan kejelasan arah untuk pekan-pekan mendatang.
Artikel Terkait
Ketegangan Hormuz dan Ancaman Perang Dorong Harga Minyak Mendekati USD100
Harga Emas Melonjak 2,67% ke Level USD 4.495, Sentimen Analis Berbalik Bullish
Pasar Modal Pekan Pendek, Data AS dan China Jadi Sorotan Utama
Pemerintah Pertimbangkan Pajak Tambahan untuk Produk China di E-commerce Lindungi UMKM