Jababeka Targetkan Penjualan Rp3,75 Triliun pada 2026, Kendal Jadi Penopang Utama

- Senin, 09 Februari 2026 | 22:20 WIB
Jababeka Targetkan Penjualan Rp3,75 Triliun pada 2026, Kendal Jadi Penopang Utama

Kawasan industri Cikarang tetap menjadi pilar utama, menyumbang Rp1,1 triliun atau sekitar 5 persen peningkatan dari tahun sebelumnya. Kontribusi ini berasal dari penjualan lahan dengan total luas 21,2 hektare di berbagai segmen. Rincian lebih lanjut menunjukkan, penjualan tanah matang kawasan industri mencapai Rp567,4 miliar (18 hektare), sementara produk tanah dan bangunan menyumbang Rp365,4 miliar.

Dari angka penjualan tanah matang dan bangunan pabrik (standard factory building) yang totalnya mencapai Rp860 miliar, terlihat komposisi investor yang berimbang.

"48 persen investor domestik sedangkan 52 persen berasal dari investor asing, terutama dari Korea dan China," jelas manajemen perusahaan dalam laporannya.

Transaksi signifikan tahun lalu termasuk penjualan lahan seluas 6 hektare kepada sebuah perusahaan Korea di sektor perawatan diri (personal care) dan 4 hektare kepada perusahaan Indonesia untuk pengembangan pusat data (data center).

Kendal: Lokomotif Pertumbuhan Baru

Sementara Cikarang tumbuh stabil, Kendal muncul sebagai lokomotif pertumbuhan dengan momentum yang lebih kencang. Kawasan ini menyumbang Rp2,51 triliun dari penjualan 142 hektare lahan di tahun 2025. Pencapaian ini menandai lompatan yang cukup signifikan, meningkat sekitar 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,14 triliun. Pertumbuhan pesat di Kendal inilah yang menjadi dasar keyakinan perusahaan untuk menetapkan target kontribusi yang lebih besar dari kawasan tersebut di tahun 2026.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar