Sentimen Penguatan dari Dalam Negeri
Di dalam negeri, optimisme otoritas turut menyuntikkan kepercayaan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa target penerimaan pajak tahun 2026 dapat terlampaui, meski tantangannya tidak kecil. Target pada APBN ditetapkan sebesar Rp2.357,7 triliun, yang berarti tumbuh 22,9% dari realisasi tahun 2025.
Lonjakan penerimaan pajak pada Januari 2026 yang mencapai 30,8% secara tahunan menjadi dasar optimisme tersebut. "Namun demikian, tampaknya Menkeu Purbaya tetap optimistis, tahun ini bisa mengumpulkan penerimaan pajak hingga melampaui target. Optimisme itu muncul usai realisasi penerimaan pajak Januari 2026 melonjak 30,8 persen (YoY)," ungkap Assuaibi menganalisis.
Indikator Keyakinan Konsumen yang Menguat
Dukungan lain datang dari sisi konsumen. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) melonjak 3,5 poin ke level 127 pada Januari 2026, mencatat level tertinggi dalam setahun terakhir. Posisi yang jauh di atas angka acuan 100 ini mengindikasikan rumah tangga berada di zona optimistis, yang berpotensi mendorong konsumsi dan pertumbuhan ekonomi secara lebih luas.
Proyeksi untuk Perdagangan Berikutnya
Mempertimbangkan seluruh faktor tersebut, meski pergerakan rupiah diperkirakan tetap fluktuatif, analisis pasar memproyeksikan ruang untuk penguatan lebih lanjut. Untuk sesi perdagangan selanjutnya, rupiah berpotensi bergerak dan ditutup menguat dalam rentang Rp16.760 hingga Rp16.800 per dolar AS.
Artikel Terkait
Harga Minyak Melonjak Lagi Usai Harapan Damai Timur Tengah Meredup
Wall Street Anjlok Didorong Keraguan Trump atas Perundingan Damai dengan Iran
Analis Proyeksikan Koreksi IHSG Berlanjut, Soroti Peluang Beli di Beberapa Saham
Tanrise Property (RISE) Catat Laba Melonjak 165% pada 2025 Didorong Apartemen