Rupiah Menguat ke Rp16.805 Didorong Sentimen Global dan Optimisme Domestik

- Senin, 09 Februari 2026 | 16:40 WIB
Rupiah Menguat ke Rp16.805 Didorong Sentimen Global dan Optimisme Domestik

Sentimen Penguatan dari Dalam Negeri

Di dalam negeri, optimisme otoritas turut menyuntikkan kepercayaan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa target penerimaan pajak tahun 2026 dapat terlampaui, meski tantangannya tidak kecil. Target pada APBN ditetapkan sebesar Rp2.357,7 triliun, yang berarti tumbuh 22,9% dari realisasi tahun 2025.

Lonjakan penerimaan pajak pada Januari 2026 yang mencapai 30,8% secara tahunan menjadi dasar optimisme tersebut. "Namun demikian, tampaknya Menkeu Purbaya tetap optimistis, tahun ini bisa mengumpulkan penerimaan pajak hingga melampaui target. Optimisme itu muncul usai realisasi penerimaan pajak Januari 2026 melonjak 30,8 persen (YoY)," ungkap Assuaibi menganalisis.

Indikator Keyakinan Konsumen yang Menguat

Dukungan lain datang dari sisi konsumen. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) melonjak 3,5 poin ke level 127 pada Januari 2026, mencatat level tertinggi dalam setahun terakhir. Posisi yang jauh di atas angka acuan 100 ini mengindikasikan rumah tangga berada di zona optimistis, yang berpotensi mendorong konsumsi dan pertumbuhan ekonomi secara lebih luas.

Proyeksi untuk Perdagangan Berikutnya

Mempertimbangkan seluruh faktor tersebut, meski pergerakan rupiah diperkirakan tetap fluktuatif, analisis pasar memproyeksikan ruang untuk penguatan lebih lanjut. Untuk sesi perdagangan selanjutnya, rupiah berpotensi bergerak dan ditutup menguat dalam rentang Rp16.760 hingga Rp16.800 per dolar AS.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar