Analis Proyeksikan Koreksi IHSG Berlanjut, Soroti Peluang Beli di Beberapa Saham

- Jumat, 27 Maret 2026 | 06:20 WIB
Analis Proyeksikan Koreksi IHSG Berlanjut, Soroti Peluang Beli di Beberapa Saham

Perdagangan saham kemarin ditutup dengan sentimen yang cukup berat. IHSG anjlok 1,89 persen ke level 7.164, dan tekanan jual terlihat masih menguasai pasar. Nah, untuk sesi Jumat (27/3/2026) ini, proyeksi para analis mayoritas masih suram: koreksi diprediksi bakal berlanjut.

Analis MNC Sekuritas punya pandangan yang cukup teknis. Mereka melihat posisi IHSG saat ini masih rentan.

"Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam sehingga IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6.745-6.887. Best case IHSG sudah menyelesaikan wave A pada label biru, sehingga akan melanjutkan penguatan ke 7.450-7.779,"

Singkatnya, ada dua skenario. Yang pertama, dan lebih mungkin, adalah indeks masih akan terjun lebih dalam. Skenario terbaiknya? IHSG justru akan memantul naik. Untuk hari ini, level support diperkirakan di 7.156 dan 7.057, sementara resistensi ada di 7.374 dan 7.527.

Di tengah kondisi yang serba tidak pasti ini, beberapa saham justru menarik perhatian analis. Berikut catatannya.

PT Blue Bird Tbk (BIRD) - Buy on Weakness
Meski sempat menguat 3,03% ke Rp1.700, pergerakan BIRD sebenarnya masih lesu. Tekanan jual mendominasi dan saham ini gagal menembus level MA20 dan MA60. Analis menilai posisinya sedang dalam wave c dari wave (b). Rekomendasinya adalah beli di area Rp1.645-Rp1.675, dengan target harga Rp1.715 dan Rp1.745. Stoploss-nya ketat: di bawah Rp1.630.

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) - Spec Buy
Berbeda dengan BIRD, penguatan GGRM 1,99% ke Rp14.100 ini didukung volume beli yang lumayan. Kuncinya ada di level Rp13.600. Selama harga bisa bertahan di atas angka itu sebagai stoploss, saham ini dianggap sedang dalam fase konsolidasi (wave [iv]). Bisa dipertimbangkan untuk spekulatif beli di kisaran Rp13.775-Rp14.000, target Rp14.475 dan bahkan Rp15.000.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - Buy on Weakness
MDKA naik 1,57% ke Rp3.240 dan yang menarik, volume pembelian masih mendominasi. Posisinya diperkirakan sedang dalam wave 2. Untuk trader, peluang beli ada di area Rp3.110-Rp3.200. Target harga ditetapkan di Rp3.350 dan Rp3.580, dengan batas aman stoploss di bawah Rp3.050.

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) - Spec Buy
Saham ini justru terkoreksi cukup dalam, 4,55% ke Rp1.155, didorong tekanan jual. Namun, mirip dengan GGRM, selama harga bertahan di atas Rp1.100, posisinya dianggap masih dalam fase koreksi sementara (wave [iv]). Rekomendasi spec buy di banderol Rp1.120-Rp1.150, dengan target Rp1.190 dan Rp1.275. Waspadai jika tembus di bawah Rp1.100.

Jadi, pasar memang masih berawan. Tapi bagi yang jeli, selalu ada peluang di balik koreksi. Tentu saja, semua rekomendasi ini punya risikonya sendiri. Lakukan analisis mendalam sebelum memutuskan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar