Setelah dua dekade beroperasi di Oman, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menegaskan komitmennya untuk melanjutkan ekspansi bisnis di kawasan Timur Tengah. Rencana jangka panjang ini akan diwujudkan melalui investasi berkelanjutan di sejumlah blok migas, termasuk Karim Small Fields (KSF), Block 60, Block 48, dan Block 56, yang direncanakan berlangsung dalam dua puluh tahun ke depan.
Direktur Utama MedcoEnergi, Hilmi Panigoro, menyatakan bahwa pengalaman selama dua dekade di Oman telah mengajarkan perseroan arti membangun kemitraan untuk jangka panjang. “Dua puluh tahun mengajarkan kami satu hal, ketika Anda membangun bersama Oman, Anda membangun untuk jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Senin, 8 Mei 2026.
Sejak 2006, MedcoEnergi mengelola Karim Small Fields berdasarkan perjanjian jasa dengan Petroleum Development Oman (PDO). Pada 2015, PDO memperpanjang kontrak pengelolaan tersebut selama 25 tahun hingga 2040. Perpanjangan ini merupakan bentuk pengakuan atas kinerja perseroan dalam mengelola lapangan migas yang sudah matang di wilayah tersebut.
Selama dua dekade operasional, kemitraan antara MedcoEnergi dan PDO telah mencatatkan hasil yang signifikan. Produksi minyak yang dihasilkan mencapai lebih dari 110 juta barel, dengan lebih dari 500 sumur telah dibor. Selain itu, kemitraan ini juga berhasil menemukan tujuh lapangan baru.
Ekspansi MedcoEnergi di Oman semakin diperkuat melalui kerja sama dengan OQ Exploration & Production. Langkah ini dimulai setelah perseroan mengakuisisi participating interest sebesar 20 persen di Block 60 dan Block 48 pada tahun 2023. Pada 2025, Block 60 mencatat rata-rata produksi bruto sebesar 67,8 ribu barel setara minyak per hari, dengan puncak produksi mencapai 77,2 ribu barel setara minyak per hari pada Oktober 2025.
Sementara itu, aktivitas appraisal di Block 48 masih terus berlangsung. Proses ini diarahkan untuk mencapai potensi deklarasi komersialisasi atau declaration of commerciality. Di sisi lain, perseroan juga memiliki participating interest sebesar 5 persen di Block 56. Blok tersebut telah memasuki tahap pengembangan lapangan setelah deklarasi komersialisasi pada tahun 2024.
Artikel Terkait
Wakil Ketua Komisi I DPR Kecam Penangkapan 5 WNI oleh Militer Israel dalam Misi Kemanusiaan di Mediterania
MT Pertamina Halmahera, Kapal Raksasa Pengangkut 160.000 Kiloliter BBM Jadi Tulang Punggung Distribusi Energi Nasional
DePA-RI dan Law Society of Singapore Perkuat Kerja Sama Hukum Bilateral demi Perlindungan Investasi Lintas Negara
Mahasiswi Unhas Ditemukan Tewas di Kampus Gowa, Diduga Jatuh dari Lantai Tiga