Wamenhaj Dahnil Berangkat ke Arab Saudi Pimpin Misi Haji, Awasi Layanan Jelang Puncak Ibadah

- Selasa, 19 Mei 2026 | 08:10 WIB
Wamenhaj Dahnil Berangkat ke Arab Saudi Pimpin Misi Haji, Awasi Layanan Jelang Puncak Ibadah

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, telah bertolak menuju Arab Saudi melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Senin (18/5/2026). Keberangkatan ini dilakukan dalam rangka menjalankan tugas sebagai bagian dari Amirul Hajj, sekaligus memimpin misi haji Indonesia untuk memastikan kesiapan dan pengawasan layanan jamaah menjelang fase puncak haji 1447 H/2026 M.

Dalam pernyataannya, Dahnil menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih baik, tertib, transparan, dan berorientasi penuh pada pelayanan jamaah. Ia menyebut keberangkatan ini sebagai bentuk amanah untuk memastikan seluruh layanan berjalan optimal.

“Keberangkatan kami ke Arab Saudi dalam rangka menjalankan amanah sebagai Amirul Hajj, memimpin misi haji Indonesia, sekaligus memastikan seluruh layanan kepada jemaah berjalan baik. Di era Presiden Prabowo, penyelenggaraan haji harus semakin baik, semakin tertib, dan semakin berpihak kepada jamaah,” ujar Wamenhaj, Selasa (19/5/2026).

Menjelang fase puncak haji, Dahnil mengimbau seluruh jamaah haji Indonesia untuk menjaga kesehatan, mengatur tenaga, dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang dapat menguras fisik. Ia menekankan bahwa fokus utama adalah memastikan jamaah dapat menjalani wukuf di Arafah dan seluruh rangkaian puncak haji dengan aman, tertib, dan lancar.

“Fase puncak haji sudah semakin dekat. Kami mengimbau seluruh jamaah untuk benar-benar menjaga kesehatan, memperbanyak istirahat, dan mengikuti arahan petugas. Fokus utama kita adalah memastikan jamaah dapat menjalani wukuf di Arafah dan seluruh rangkaian puncak haji dengan aman, tertib, dan lancar,” katanya.

Sementara itu, Wamenhaj memastikan pemerintah terus memperkuat pengawasan terhadap seluruh aspek layanan, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga perlindungan jamaah. Ia menegaskan bahwa semua petugas harus bergerak dalam satu komando, dengan pelayanan yang cepat dan responsif, terutama bagi jamaah lansia dan risiko tinggi.

“Semua petugas harus bergerak dalam satu komando. Pelayanan kepada jamaah, khususnya lansia dan jemaah risiko tinggi, harus cepat, responsif, dan tidak boleh berbelit. Kami akan mengawasi langsung agar seluruh layanan berjalan sesuai standar,” tutur dia.

Di sisi lain, Dahnil meminta jamaah tidak ragu melaporkan apabila menemukan atau mengalami praktik pungutan tidak resmi yang dilakukan oleh oknum mana pun selama berada di Tanah Suci. Ia menegaskan bahwa segala bentuk pungutan di luar ketentuan resmi tidak boleh terjadi dan pemerintah akan menindaklanjuti setiap laporan secara serius.

“Kami tegaskan, jangan ragu melapor jika ada pungutan oleh oknum. Segala bentuk pungutan di luar ketentuan resmi tidak boleh terjadi. Pemerintah akan menindaklanjuti setiap laporan secara serius, karena pelindungan jemaah adalah prioritas kami,” ujarnya.

Wamenhaj juga mengajak seluruh jamaah untuk menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas, serta fokus mempersiapkan diri menuju puncak haji. Ia berharap jamaah merasa aman, terlindungi, dan dilayani dengan baik selama menjalankan ibadah.

“Kami ingin jamaah merasa aman, terlindungi, dan dilayani dengan baik. Mari fokus pada ibadah, jaga kesehatan, dan bersama-sama menjaga kelancaran misi haji Indonesia,” tutur Wamenhaj.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar