Suasana di Wall Street pekan lalu terasa berbeda. Setelah gejolak mengguncang beberapa sektor, ada pergeseran yang jelas. Investor mulai beralih ke perusahaan-perusahaan dengan harga lebih murah dan kapitalisasi pasar yang lebih kecil. Tampaknya, kewaspadaan dan sikap menghindari risiko mulai mengambil alih.
Beberapa sektor yang sebelumnya bersinar justru kini redup. Di sisi lain, sektor-sektor lain yang lama tertinggal malah mencatat kenaikan menarik. Indeks Dow Jones Industrial Average, misalnya, berhasil mencetak rekor tertinggi baru pada Jumat. Pencapaian ini terjadi berbarengan dengan anjloknya nilai pasar saham perangkat lunak yang mencapai satu triliun dolar AS hanya dalam seminggu.
Menurut Tim Murray, seorang strategi pasar modal di T. Rowe Price, dinamikanya cukup unik.
"Penjualan pada saham-saham yang sebelumnya mendorong pasar lebih tinggi mungkin telah mereda, tetapi kini kita justru melihat gelombang pembelian agresif pada saham-saham yang sama sekali berbeda," ujarnya.
Intinya, investor sedang mempertimbangkan ulang banyak hal. Mereka memikirkan risiko berinvestasi di raksasa teknologi pendukung AI seperti Amazon, Microsoft, dan Alphabet. Mereka juga khawatir dengan potensi penurunan perusahaan yang bisnisnya bisa tergerus oleh kehadiran kecerdasan buatan. Alhasil, uang pun mengalir ke tempat lain.
"Sekarang, mereka semua mengejar untuk membeli perusahaan yang lebih murah, mungkin tanpa banyak seleksi," tambah Murray.
Artikel Terkait
Harga Minyak Melonjak Lagi Usai Harapan Damai Timur Tengah Meredup
Wall Street Anjlok Didorong Keraguan Trump atas Perundingan Damai dengan Iran
Analis Proyeksikan Koreksi IHSG Berlanjut, Soroti Peluang Beli di Beberapa Saham
Tanrise Property (RISE) Catat Laba Melonjak 165% pada 2025 Didorong Apartemen