MURIANETWORK.COM - Pasar saham Wall Street dibuka melemah pada Kamis (5/2/2026), terdorong oleh aksi jual besar-besaran di sektor teknologi. Pelemahan ini terjadi saat investor menanggapi sejumlah sentimen kunci, mulai dari antisipasi laporan keuangan Amazon, evaluasi terhadap rencana belanja besar Alphabet untuk kecerdasan buatan (AI), hingga data pasar tenaga kerja yang menunjukkan tanda-tanda pelambatan. Indeks S&P 500 tercatat turun 0,9%, Nasdaq Composite melemah 1,3%, dan Dow Jones Industrial Average merosot 0,5%.
Tekanan Berat di Sektor Teknologi
Pasar saat ini sedang menghadapi tekanan signifikan pada saham-saham teknologi, dengan triliunan dolar nilai pasar terkikis. Gelombang jual ini dipicu oleh kekhawatiran mendalam di kalangan investor. Mereka mulai mempertimbangkan apakah penurunan harga saham-saham perangkat lunak tertentu sudah berlebihan atau justru merupakan koreksi yang wajar. Kekhawatiran intinya berpusat pada potensi gangguan yang dibawa oleh teknologi AI terhadap perusahaan-perangkat lunak mapan yang selama ini mendominasi pasar.
Analis menilai, risiko ini sempat terabaikan oleh banyak pelaku pasar yang sebelumnya terlalu fokus pada prospek pertumbuhan dari belanja AI, tanpa mempertimbangkan sisi disruptifnya terhadap model bisnis yang sudah ada.
Artikel Terkait
Laba Bersih ABM Investama Anjlok 51% di Tengah Tekanan Harga Batu Bara
Pendapatan Trimegah Sekuritas Melonjak 85% Jadi Rp1,68 Triliun pada 2025
BREN Pacu Kapasitas Panas Bumi, Targetkan Lampaui 1 GW pada 2026
CP Prima Catat Laba Bersih Rp424 Miliar, Naik 32% pada 2025