Di balik berita yang tentu mengejutkan publik, Menkeu justru melihat sisi lain dari peristiwa ini. Menurut analisisnya, OTT tersebut bisa menjadi titik balik untuk mempercepat perbaikan sistem di tubuh Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai. Dia optimistis kinerja kedua instansi vital itu tidak akan melemah, justru bisa lebih kuat pascapembersihan.
“Itu justru merupakan titik masuk untuk memperbaiki pajak dan bea cukai sekaligus. Kemarin kan bea cukai saya sudah obrak-abrik, kan yang dapet yang dipinggir kan udah terdeteksi emang sebelumnya, emang ada sesuatu yang aneh di situ,” jelas Purbaya.
Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa temuan KPK sejalan dengan indikasi yang telah dipantau secara internal, membuka ruang untuk koreksi yang lebih sistemik dan mendalam.
Kemungkinan Sanksi Administratif
Mengenai nasib para pejabat yang diduga terlibat, Purbaya membuka kemungkinan pemberhentian sebelum proses hukum sepenuhnya selesai. Sikap ini menunjukkan tingkat keseriusan yang tinggi dalam menangani dugaan pelanggaran. Keputusan akhir, bagaimanapun, akan tetap mengacu pada ketentuan hukum dan bukti yang sah.
“Tapi kalau itu boleh diberhentikan ya? Kalau sudah terbukti salah, boleh diberhentikan nggak? Nanti kita lihat. Kayaknya sih kalau terbukti salah bisa diberhentikan sekarang,” ungkapnya.
Pernyataan-pernyataan Menkeu ini, disampaikan dengan bahasa yang lugas dan langsung, mencerminkan upaya untuk menyeimbangkan antara kewajiban hukum, tanggung jawab kepemimpinan, dan perlindungan dasar bagi pegawai, dalam situasi yang penuh kehati-hatian ini.
Artikel Terkait
BREN Pacu Kapasitas Panas Bumi, Targetkan Lampaui 1 GW pada 2026
CP Prima Catat Laba Bersih Rp424 Miliar, Naik 32% pada 2025
Laba Bersih INKP dan TKIM Berjalan Berbeda Meski Penjualan Sama-Sama Turun Tipis
Kementerian Pertanian Siapkan Rp9,5 Triliun untuk Hilirisasi 7 Komoditas Andalan