Sementara itu, yang paling besar justru datang dari PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Perseroan ini menyiapkan dana hingga Rp2 triliun untuk membeli kembali sahamnya. Jumlah saham yang akan ditarik maksimal 250 juta lembar, atau sekitar 0,29% dari total yang beredar, dengan harga tertinggi Rp10.000 per saham.
Menurut pihak manajemen, langkah ini punya beberapa tujuan. Selain untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham, buyback juga diharapkan bisa mencerminkan kekuatan fundamental perusahaan. Tak kalah penting, ini adalah sinyal untuk menjaga kepercayaan publik di tengah volatilitas pasar yang kerap bikin deg-degan.
"Buyback bertujuan meningkatkan nilai bagi pemegang saham, mencerminkan kinerja fundamental perseroan, serta menjaga kepercayaan publik di tengah volatilitas pasar," jelas manajemen TPIA.
Periode pelaksanaannya sama, dan PT Henan Putihrai Sekuritas akan bertindak sebagai perantara. Intinya, ketiga emiten ini sepakat bahwa pelaksanaan buyback akan tetap memperhatikan ketentuan free float. Mereka juga menjamin aksi ini tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kondisi keuangan atau kelangsungan usaha mereka.
Sebagai catatan, keputusan untuk membeli atau menjual saham tetaplah sepenuhnya ada di tangan investor.
Artikel Terkait
Pakaian Bekas Ilegal Disita Rp 248 M, Pemerintah Genjarkan Razia di Pelabuhan
Investor Global Berebut Proyek PLTN 7 Gigawatt di Indonesia
PIPA Beringsut: Dari Pabrik Pipa PVC Menuju Ladang Minyak dan Gas
SOLA Kantongi Kontrak Rp14,72 Miliar untuk Perkuat Jalan Hauling Batu Bara di Sumsel