Emas Tembus USD 5.000, Saham Tambang Berebut Sorotan

- Rabu, 04 Februari 2026 | 10:50 WIB
Emas Tembus USD 5.000, Saham Tambang Berebut Sorotan

Rabu kemarin, pasar saham lokal diramaikan oleh aksi saham-saham tambang emas yang merayap naik. Pemicunya jelas: harga emas dunia berhasil bangkit dan menembus level psikologis yang cukup mencengangkan, yaitu USD 5.000 per troy ons. Sentimen positif itu langsung terasa di papan perdagangan.

Di antara emiten yang bergerak, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) jadi yang paling bersinar. Sahamnya melonjak 4,41 persen, berhenti di harga Rp3.080 per unit. Tak ketinggalan, PT Amman Mineral Internasional (AMMN) juga naik solid 4 persen ke level Rp7.150.

Perlahan tapi pasti, saham-saham lain pun ikut merangkak. BRMS menguat 3,14 persen, ANTM naik 3,05 persen. Kemudian ada EMAS dan ARCI yang masing-masing bertambah 2,69 persen dan 2,64 persen. PSAB dan HRTA menutup daftar dengan kenaikan yang lebih moderat, tapi tetap di zona hijau.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi dengan si kuning ini? Ternyata, emas spot naik 2,1 persen ke angka USD 5.051,59 per ons di perdagangan Rabu pagi. Ini melanjutkan lonjakan luar biasa dari sesi sebelumnya, yang bahkan disebut-sebut sebagai kenaikan harian terbesar sejak 2008. Aksi beli saat harga melemah atau 'dip buying' pasca koreksi awal pekan, jadi penyumbang utama.

Namun begitu, faktor geopolitik jelas tak bisa diabaikan. Ketegangan di Laut Arab, setelah AS menembak jatuh drone Iran di dekat kapal induk mereka, memperkuat daya tarik emas sebagai safe haven. Meski situasinya memanas, jalur diplomasi disebut masih terbuka.

Presiden Donald Trump sendiri menegaskan hal itu. Gedung Putih mengonfirmasi, pembicaraan AS-Iran tetap dijadwalkan berlangsung pada Jumat.


Halaman:

Komentar