Begitu bunyi laporan riset dari dua analis OCBC Group Research yang dikutip Dow Jones Newswires.
tambah mereka.
Di sisi lain, ada dinamika menarik dari Federal Reserve. Ekspektasi pemangkasan suku bunga secara agresif mulai mereda setelah Trump mencalonkan Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed. Tapi jangan salah, pasar masih memprediksi ada dua kali pemotongan suku bunga tahun ini, mungkin di pertengahan dan akhir 2026.
Yang agak merepotkan, sejumlah data penting AS tertunda. Laporan ketenagakerjaan seperti JOLTS terhambat karena penutupan sebagian pemerintahan. Sementara itu, DPR AS rencananya akan mengadakan pemungutan suara atas paket pendanaan yang sudah disetujui Senat.
Pada akhirnya, pergerakan saham hari itu adalah cerminan dari campuran sentimen global yang kompleks. Mulai dari harga komoditas, geopolitik, hingga kebijakan moneter. Investor tampaknya masih melihat emas dan saham terkaitnya sebagai tempat berlindung yang cukup nyaman di tengah ketidakpastian.
Ingat, keputusan investasi ada di tangan Anda sendiri. Lakukan analisis yang matang.
Artikel Terkait
Pendapatan Trimegah Sekuritas Melonjak 85% Jadi Rp1,68 Triliun pada 2025
BREN Pacu Kapasitas Panas Bumi, Targetkan Lampaui 1 GW pada 2026
CP Prima Catat Laba Bersih Rp424 Miliar, Naik 32% pada 2025
Laba Bersih INKP dan TKIM Berjalan Berbeda Meski Penjualan Sama-Sama Turun Tipis