Gentengisasi Prabowo: Arsitek Ingatkan Tak Ada Atap yang Cocok untuk Semua Daerah

- Selasa, 03 Februari 2026 | 18:42 WIB
Gentengisasi Prabowo: Arsitek Ingatkan Tak Ada Atap yang Cocok untuk Semua Daerah

“Kedua, aspek keberlanjutan, di mana material yang bersumber dari wilayah sekitar idealnya dalam radius maksimum 100 kilometer, lebih disarankan untuk menekan jejak karbon transportasi dan mendukung ekonomi lokal,” tuturnya.

Dengan pertimbangan-pertimbangan itu, usulan Prabowo sebenarnya bisa diterima. Asalkan diterapkan secara kontekstual, bukan jadi kebijakan seragam yang kaku.

Genteng tanah liat memang pilihan yang bagus untuk daerah yang punya bahan baku, tradisi, dan tingkat kerawanan gempa yang rendah. Tapi untuk wilayah lain, fleksibilitas tetap kunci. Prinsip keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan harus berjalan beriringan.

“Pendekatan inilah yang sejalan dengan prinsip arsitektur berkelanjutan dan tanggung jawab profesional arsitek terhadap masyarakat dan lingkungan,” kata Bugar menegaskan.

Gagasan Prabowo sendiri muncul dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul. Dia ingin ada gerakan nasional untuk mengganti atap seng dengan genteng tanah liat, dengan melibatkan Koperasi Desa Merah Putih.

Menurutnya, atap seng yang masih banyak dipakai itu punya banyak masalah. “Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat, jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” ujar Prabowo.

“Maaf saya tidak tahu ini dari dulu industri aluminium dari mana ya, maaf bikin yang lain-lain deh,” sambungnya dengan nada khas.

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi ke Indonesia,” tegasnya.


Halaman:

Komentar