“Kami berani menyampaikan, industri keramik hari ini sudah swasembada. Tanpa impor, kami bisa memenuhi semua permintaan keramik dalam negeri,” tegas Ketua Asaki, Edy Suyanto.
Kendala dari Jawa Barat
Namun begitu, cerita manis itu tak lepas dari ganjalan. Agus mengaku mendapat laporan soal tantangan di lapangan, terutama terkait pasokan bahan baku. Masalahnya berpusat di Jawa Barat, di mana pemerintah daerah setempat menerapkan kebijakan moratorium suplai bahan baku untuk industri keramik.
Padahal, menurut Agus, inilah persoalan serius. Sebab, secara nasional, 50-60 persen bahan baku industri keramik justru bersumber dari Jawa Barat.
“Jadi, bayangkan betapa pentingnya,” ujarnya.
Menyikapi hal ini, Agus mengaku sudah berusaha menghubungi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Sayangnya, sambungannya tak terjawab.
“Tadi saya coba telepon Pak KDM tapi tidak diangkat. Saya coba WA juga. Saya sudah beri arahan ke Dirjen IKFT untuk segera melakukan pendekatan ke Pemerintah Jawa Barat. Kita pelajari masalahnya dan cari jalan keluar terbaik,” kata Agus menjelaskan upayanya.
Jadi, di balik optimisme mengejar peringkat empat dunia, rupanya ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Terutama soal jaminan pasokan bahan baku dari daerah penyangga utamanya.
Artikel Terkait
IHSG Melonjak 200 Poin, Sentimen MSCI Picu Rebound Spektakuler
Impack Pratama Bidik Rp5,1 Triliun di 2026, Laba Ditargetkan Tembus Rp700 Miliar
IHSG Tembus 8.000, Optimisme Investor Kembali Berkobar
Badai di Bursa: Dirut BEI Mundur Mendadak Usai IHSG Babak Belur