Program Makan Bergizi Indonesia Jadi Sorotan Gedung Putih dan Rockefeller

- Selasa, 03 Februari 2026 | 08:18 WIB
Program Makan Bergizi Indonesia Jadi Sorotan Gedung Putih dan Rockefeller

Komitmen pada kualitas ini diuji baru-baru ini. Menyusul laporan keracunan makanan di Kudus, BGN langsung bergerak cepat. Dadan tak segan meminta maaf dan menjanjikan tindakan tegas.

Beberapa SPPG yang kedapatan melanggar akan dapat ‘kartu kuning’. Penyebabnya sering sepele tapi krusial, seperti penggunaan bahan baku dari luar yang proses pengolahannya tak terawasi. Mereka juga akan mengevaluasi menu-menu tertentu yang berisiko jika dimasak dalam skala besar.

Bukan Sekedar Bantuan, Tapi Investasi Masa Depan

Menariknya, perhatian internasional ini bukan tanpa alasan. Menurut penilaian Rockefeller Institute, MBG bukan program bantuan biasa. Ini adalah investasi jangka panjang yang dampak ekonominya bisa berlipat ganda. Presiden Prabowo sendiri yang menyampaikan hal ini.

Prabowo juga menyoroti dampak nyata program ini pada penciptaan lapangan kerja. Dari operasional dapur SPPG saja, disebutkan sudah menyerap sekitar 1 juta tenaga kerja. Angka yang tidak kecil.

Kedepan, MBG akan terus diperluas. Targetnya, program ini harus bisa menjangkau 82 juta penerima manfaat paling lambat Desember 2026. Caranya dengan menambah lebih banyak lagi dapur SPPG dan mengintegrasikannya dengan program sosial lain yang sudah ada. Perjalanan masih panjang, tapi langkah awalnya sudah mendapat sorotan dunia.


Halaman:

Komentar