“Ini saatnya untuk bersabar,” tegasnya.
Di sisi lain, situasi ini jadi semacam warisan yang ditinggalkan Jerome Powell, yang masa jabatannya berakhir pertengahan Mei nanti. Selama ini, Powell dinilai tidak menurunkan suku bunga sebanyak atau secepat yang diharapkan Presiden Trump.
Mungkin itu sebabnya Trump kemudian memilih Warsh. Alasannya sederhana: Warsh dianggap sejalan dengan keinginannya agar biaya pinjaman bisa lebih rendah.
Namun begitu, keinginan Trump itu nantinya harus berhadapan dengan kenyataan di lapangan dan tentu saja, dengan tugas berat membangun konsensus di antara para pembuat kebijakan The Fed. Jalan Warsh tampaknya masih panjang.
Artikel Terkait
IHSG Coba Bangkit Usai Anjlok, Analis Proyeksi Pergerakan Sempit
Empat Saham Kembali ke Pasar, Masuk Papan Khusus Setelah Masa Suspensi
Harga Emas Antam Anjlok Drastis, Sentuh Rp 2,8 Juta per Gram
Timah Kolaps 10%, Minyak Tergelincir: Pasar Komoditas Dibanjiri Sinyal Merah