“Ini saatnya untuk bersabar,” tegasnya.
Di sisi lain, situasi ini jadi semacam warisan yang ditinggalkan Jerome Powell, yang masa jabatannya berakhir pertengahan Mei nanti. Selama ini, Powell dinilai tidak menurunkan suku bunga sebanyak atau secepat yang diharapkan Presiden Trump.
Mungkin itu sebabnya Trump kemudian memilih Warsh. Alasannya sederhana: Warsh dianggap sejalan dengan keinginannya agar biaya pinjaman bisa lebih rendah.
Namun begitu, keinginan Trump itu nantinya harus berhadapan dengan kenyataan di lapangan dan tentu saja, dengan tugas berat membangun konsensus di antara para pembuat kebijakan The Fed. Jalan Warsh tampaknya masih panjang.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak