Jakarta, awal Februari 2026 – Laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) membawa kabar yang cukup mengejutkan. Tiga provinsi di Pulau Sumatera Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat justru mencatatkan deflasi pada Januari lalu. Padahal, Desember 2025 sebelumnya masih ditutup dengan inflasi. Fenomena penurunan harga ini terjadi pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.
Di antara ketiganya, Sumatera Barat mengalami penurunan harga terdalam. Angkanya mencapai 1,15 persen. Sementara itu, Sumatera Utara berada di posisi 0,75 persen, dan Aceh 0,15 persen. Jadi, deflasi di Sumbar ini bahkan lebih dalam dibandingkan rata-rata nasional.
Menurut Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, ada pola yang jelas di balik angka-angka ini.
"Pada periode secara umum, komoditas kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang deflasi terbesar di ketiga provinsi tersebut,"
Ujarnya dalam rilis yang disampaikan di Jakarta, Senin (2/2/2026).
Artikel Terkait
IHSG Terjun Bebas 5,32% Dihantam Isu Transparansi MSCI
AS Puncaki Surplus Dagang Indonesia, Sentuh Angka Rp 18,1 Miliar
GPSO Pacu Ekspansi Besar: Rp700 Miliar Digelontorkan untuk Akuisisi dan Konsolidasi
Bitcoin Tersungkur ke Level Terendah Setahun, Pasar Kripto Diguncang Pergantian Fed