Per akhir Januari kemarin, pasar modal Indonesia mencatatkan pencapaian yang cukup signifikan. Jumlah investor sudah menyentuh angka 21 juta SID. Bayangkan, hanya dalam satu bulan saja, ada tambahan sekitar 673 ribu single investor identification baru.
Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan BEI, yang memberikan rincian data ini pada Sabtu (31/1), menyebutkan bahwa pertumbuhan ini merupakan kelanjutan dari tren positif sepanjang tahun 2025. Kala itu, pertumbuhannya bahkan lebih dahsyat, mencapai 5,4 juta SID, dari posisi akhir 2024.
“Angka ini merupakan penambahan sejumlah 673 ribu SID dibandingkan posisi akhir 2025 yang tercatat sebanyak 20,3 juta SID, setelah sepanjang tahun 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,4 juta SID,” jelas Kautsar.
Kalau dilihat lebih spesifik ke investor saham, angkanya juga menggembirakan. Hampir menembus 9 juta, tepatnya 8,9 juta SID. Dibanding akhir tahun lalu, terjadi kenaikan sekitar 368 ribu investor. Mirip dengan tren keseluruhan, tahun 2025 sendiri merupakan tahun yang luar biasa bagi pasar saham kita dengan tambahan 2,2 juta investor saham baru.
Namun begitu, gairah investor ini ternyata tak selalu berbanding lurus dengan aktivitas perdagangan di bursa pada pekan terakhir Januari. Data perdagangan saham periode 26 sampai 30 Januari 2026 menunjukkan pergerakan yang beragam.
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Bahan Baku, Produsen Kemasan EPAC Naikkan Harga Jual
BEI Perpanjang Penundaan Transaksi Short Selling hingga September 2026
Wall Street Menguat di Tengah Harapan Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Program Mudik Gratis Pemerintah Berangkatkan 500 Pemudik dari Jakarta