Kecelakaan kerja yang terjadi di PLTU Sukabangun, Rabu lalu, memaksa manajemen untuk mengambil langkah tegas. Insiden pada 21 Januari 2026 itu melibatkan seorang pekerja dari mitra perusahaan, PT Limas Anugrah Steel, yang meninggal saat bertugas di area operasional. Suasana duka pun menyelimuti lokasi kejadian.
Manager PLTU Sukabangun, Zais Ariyono, menyampaikan keprihatinan yang mendalam. Pernyataannya disampaikan tiga hari pasca-insiden, tepatnya pada Sabtu (24/1).
"Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa korban dan keluarga. Bagi kami, keselamatan adalah aspek yang tidak bisa ditawar. Kami mengambil tanggung jawab pengawasan ini dengan sangat serius," ujar Zais.
Rasa belasungkawa tidak hanya datang dari manajemen puncak, tapi juga menyebar di kalangan seluruh karyawan. Mereka kehilangan seorang rekan, meski berasal dari mitra kerja.
Di sisi lain, perusahaan tidak hanya berhenti pada ucapan duka. Zais menegaskan bahwa komitmen terhadap standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah mutlak. Tidak ada ruang untuk kompromi.
Artikel Terkait
Pemerintah Batalkan Kuota Tambang, Harga Nikel Global Mulai Bangkit
Harga Emas Antam Naik Rp 7.000, Pajak Pembeli Akhir Dihapus
IHSG Tumbang, Tapi 10 Saham Ini Justru Melonjak hingga Lebih dari 100%
Emas Tembus USD 4.987, Hampir Pecahkan Rekor Tertinggi Setahun