Di satu sisi, ada indikator yang melonjak cukup tinggi. Rata-rata nilai transaksi harian di BEI, misalnya, naik signifikan sebesar 29,28 persen menjadi Rp43,76 triliun. Angka ini jauh lebih besar dibanding pekan sebelumnya yang ‘hanya’ Rp33,85 triliun.
Frekuensi transaksi harian juga ikut naik, meski tipis, sekitar 1,59 persen menjadi 3,82 juta kali.
Tapi di sisi lain, ada data yang justru mengalami penurunan.
“Sedangkan data volume transaksi harian Bursa pada pekan ini mengalami perubahan yaitu sebesar 3,69 persen menjadi 63,3 miliar saham, dari 65,73 miliar saham pada pekan sebelumnya,” tambah Kautsar.
Jadi, gambaran pekan itu cukup menarik: nilai uang yang bertransaksi membesar, frekuensi ordernya lebih sering, tapi jumlah saham yang berpindah tangan justru sedikit berkurang. Sebuah dinamika yang wajar di tengah euforia pertumbuhan jumlah investor yang terus meroket.
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Bahan Baku, Produsen Kemasan EPAC Naikkan Harga Jual
BEI Perpanjang Penundaan Transaksi Short Selling hingga September 2026
Wall Street Menguat di Tengah Harapan Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Program Mudik Gratis Pemerintah Berangkatkan 500 Pemudik dari Jakarta