Mari Pangestu Tegaskan: Ekonomi Hijau Bukan Beban, Melainkan Strategi Pertumbuhan

- Kamis, 29 Januari 2026 | 21:54 WIB
Mari Pangestu Tegaskan: Ekonomi Hijau Bukan Beban, Melainkan Strategi Pertumbuhan

"Menangani mitigasi dan adaptasi bukan cost. Itu adalah investment yang bisa menghasilkan growth," tegas Mari.

Prinsipnya sederhana: penambahan kebutuhan energi sebaiknya dipenuhi dari sumber terbarukan. Sementara sektor berbasis fosil yang ada, perlu dikelola dengan lebih efisien dan dibantu teknologi untuk menekan emisi.

Namun begitu, jalan menuju ekonomi hijau tak semulus yang dibayangkan. Percepatannya bukan cuma soal teknologi atau dana melimpah. Kesiapan sumber daya manusia jadi tantangan besar berikutnya. Faktanya, sebagian besar tenaga kerja kita dinilai belum siap mendukung akselerasi sektor energi terbarukan. Karena itu, program reskilling untuk menciptakan green jobs jadi kebutuhan yang mendesak.

Selain energi, potensi besar juga mengendap di sektor pertanian, kehutanan, dan kelautan. Baik untuk mengurangi emisi maupun menyerap karbon. Mari menyoroti perlunya pengembangan pasar karbon domestik yang kredibel dan diakui internasional. Tak hanya berbasis hutan, tapi juga menggali potensi karbon biru dari wilayah laut kita.

Meski potensinya menjanjikan, ada satu tantangan utama yang menurut Mari masih menghambat: koordinasi. Selama ini, berbagai sektor kerap berjalan sendiri-sendiri. Tak ada peta jalan yang benar-benar terintegrasi. Ia menekankan, strategi green growth nasional yang jelas mutlak diperlukan. Mulai dari penentuan sektor prioritas, hingga sinkronisasi kebijakan di tingkat makro dan sektoral.

"Perlu kebijakan yang konsisten. Jadi tanpa itu agak susah kita merealisasi our green golden vision," pungkasnya.

Visinya emas, tapi eksekusinya harus konkrit. Itulah intinya.


Halaman:

Komentar