Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tak tinggal diam. Menanggapi keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan saham Indonesia dari indeks globalnya, regulator bakal segera mengambil langkah.
Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai menghadiri pertemuan dengan sejumlah pimpinan lembaga terkait. Pertemuan itu sendiri membahas beberapa isu panas yang sedang menghangat di pasar modal. Mulai dari inflasi, kasus Danantara, sampai tentu saja, soal MSCI tadi.
“Tadi bahas utamanya makan pagi,” canda Purbaya ringan saat ditemui di sekitar Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis lalu.
Tapi obrolan seriusnya, lanjut dia, tak lepas dari keseriusan masalah yang ditimbulkan MSCI. Menurut Purbaya, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, sudah menyiapkan respons konkret.
“Saya pikir Pak Mahendra sudah mengumumkan langkah-langkah apa yang akan diambil. Tapi nanti dia akan mengumumkan di bursa hari ini,” jelasnya.
Selain MSCI, ada satu lagi topik yang mengemuka: masa depan tambang emas Martabe di Sumatera. Tambang yang sebelumnya dipegang PT Agincourt Resources ini rencananya akan diambil alih oleh sebuah BUMN baru bernama Perminas.
Artikel Terkait
OJK Buka Kantor di BEI, Reformasi Pasar Modal Dikebut
CPO Tembus Level Tertinggi Tiga Bulan, Didorong Ekspor dan Persiapan Imlek
Pandu Sjahrir: Regulator Harus Bertindak, IHSG Terancam Jatuh ke Kasta Frontier
OJK dan BEI Bergerak Cepat Jawab Tuntutan Transparansi MSCI