Gejolak hebat mengguncang pasar modal Indonesia hari ini, Rabu (28/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok lebih dari 8 persen, sampai-sampai Bursa Efek Indonesia (BEI) terpaksa memberlakukan trading halt atau penghentian perdagangan sementara. Suasana di lantai bursa pasti tegang.
Tapi di tengah kondisi itu, BEI justru menyuarakan optimisme. Mereka memastikan gejolak sesaat ini tidak serta-merta mematikan minat perusahaan untuk go public atau melakukan IPO.
I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, menjadi sosok yang menegaskan hal itu. Ia tampil tenang di hadapan wartawan di Gedung BEI, Jakarta.
"Minat menjadi perusahaan tercatat itu saya tidak melihat penurunan," ujarnya dengan lugas.
Menurut Nyoman, dari sisi pengajuan pencatatan atau submission, angkanya masih relatif stabil. Tidak ada perubahan yang drastis. Hanya saja, fokus BEI sekarang bergeser sedikit. Mereka ingin memastikan kualitas perusahaan yang masuk benar-benar bagus, sesuai harapan regulator dan seluruh pemangku kepentingan di pasar modal.
Artikel Terkait
Guncangan di Pucuk Pimpinan: Tiga Petinggi Mundur, Chandra Asri Lakukan Restrukturisasi
Groundbreaking Peternakan Ayam Rp 20 Triliun Dimulai Awal Februari
IHSG Tergelincir 8%, Bos Danantara Desak BEI Tanggapi Laporan MSCI
Purbaya Guncang Kemenkeu, 36 Pejabat Eselon II Diganti