"Dari sisi submission ya tidak berubah," lanjutnya. "Tinggal kita nanti memastikan apakah perusahaan-perusahaan yang masuk itu sudah sesuai ekspektasi. Baik dari sisi kami sebagai regulator, maupun nantinya dari stakeholder kita."
Optimisme itu punya dasar yang jelas. BEI punya target jangka panjang yang cukup ambisius. Menjelang 2026, mereka membidik total 555 pencatatan efek. Di dalamnya, tercakup sekitar 50 perusahaan baru yang diharapkan bisa melantai lewat IPO.
Target lain yang tak kalah penting adalah memperbanyak investor ritel. Pada tahun yang sama, BEI ingin menambah sekitar 2 juta Single Investor Identification (SID) baru. Jadi, pertumbuhan tidak hanya ditarik dari sisi perusahaan, tapi juga dari kekuatan investor kecil.
Jadi, meski hari ini grafik di monitor memerah, semangat untuk membangun pasar modal yang lebih besar dan sehat tampaknya belum padam.
Artikel Terkait
Guncangan di Pucuk Pimpinan: Tiga Petinggi Mundur, Chandra Asri Lakukan Restrukturisasi
Groundbreaking Peternakan Ayam Rp 20 Triliun Dimulai Awal Februari
IHSG Tergelincir 8%, Bos Danantara Desak BEI Tanggapi Laporan MSCI
Purbaya Guncang Kemenkeu, 36 Pejabat Eselon II Diganti