Rencana pengembangannya sudah ada di atas kertas. Melalui struktur yang disebut MSTB-NW, perusahaan berencana mengimplementasikan enam sumur pengembangan. Targetnya, bisa menambah produksi harian sekitar 1.000 hingga 1.500 barel minyak.
Namun begitu, ini mungkin baru permulaan. Hasil evaluasi seismik di sekitarnya menunjukkan potensi yang jauh lebih besar lagi bahkan bisa lebih dari 76 juta barel minyak. Potensi besar inilah yang akan jadi target eksplorasi selanjutnya.
Ke depan, ITA akan berkolaborasi dengan SKK Migas. Kerja sama ini untuk memperdalam studi teknis, mematangkan konsep pengembangan, dan tentu saja, mengidentifikasi peluang lain di area sekitar penemuan.
Syailendra menutup pernyataannya dengan menekankan dampak yang lebih luas. Ia berharap kontribusi positif bagi ketahanan energi nasional dan tentu saja, manfaat bagi para pemangku kepentingan di sekitar wilayah kerja.
Sebuah temuan yang patut diapresiasi, sekaligus mengingatkan kita bahwa masih ada potensi di dalam bumi pertiwi yang menunggu untuk digali. Perjalanan dari penemuan ke produksi penuh masih panjang, tapi langkah awalnya sudah cukup menggembirakan.
Artikel Terkait
IHSG Tergelincir ke 8.921, Saham Blue Chip Terus Tertekan
BEI Ungkap Target: Danantara Siap Masuk Pasar Modal Tahun Ini
Gelombang Jual Saham Konglomerasi Menyapu Bursa, MSCI Jadi Biang Kerok
IHSG Tersungkur di Tengah Geliat Pasar Asia