Pasar komoditas menutup Senin (26/1) dengan sentuhan merah di beberapa sektor. Pelemahan cukup tajam terlihat pada logam, terutama timah yang terjun bebas lebih dari 4 persen. Nikel pun ikut terseret, meski tak sedalam rekannya. Berikut catatan pergerakannya.
Batu bara, misalnya, hari itu bergerak tanpa energi. Harganya cenderung lesu, hanya turun tipis 0,32 persen. Posisinya bertengger di angka USD 108,65 per ton. Tidak ada kejutan berarti dari komoditas energi yang satu ini.
Namun begitu, cerita sedikit berbeda datang dari minyak kelapa sawit atau CPO. Komoditas ini justru menunjukkan ketangguhan dengan menguat 1,2 persen. Harganya berhasil menguat ke level MYR 4.224 per ton, memberikan sedikit pencerahan di tengah pelemahan yang terjadi di tempat lain.
Kembali ke logam, nikel melanjutkan tren pelemahannya. Pada penutupan perdagangan, logam ini tercatat melemah 0,64 persen menjadi USD 18.590 per ton. Penurunan ini seolah menjadi pembuka untuk penampilan timah yang jauh lebih dramatis.
Sementara itu, timah benar-benar menjadi sorotan hari itu. Menurut catatan London Metal Exchange (LME), harganya anjlok tajam 4,54 persen. Aksi jual yang cukup masif mendorongnya ke posisi USD 54.232 per ton. Pelemahan ini menjadi yang paling signifikan di antara komoditas lainnya, menandai hari yang suram bagi para pemain di sektor ini.
Artikel Terkait
IHSG Tergelincir ke 8.921, Saham Blue Chip Terus Tertekan
BEI Ungkap Target: Danantara Siap Masuk Pasar Modal Tahun Ini
Gelombang Jual Saham Konglomerasi Menyapu Bursa, MSCI Jadi Biang Kerok
IHSG Tersungkur di Tengah Geliat Pasar Asia