Kemensos dan Perpusnas Kolaborasi Hadirkan Perpustakaan Modern di Sekolah Rakyat
Kementerian Sosial RI (Kemensos) menjalin kerja sama strategis dengan Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) untuk menghadirkan perpustakaan modern dan lengkap di Sekolah Rakyat. Kolaborasi ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Membangun Pusat Belajar dan Pemberdayaan
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menegaskan komitmennya untuk menciptakan perpustakaan yang menjadi pusat kegiatan belajar dan pemberdayaan. "Saya membayangkan Sekolah Rakyat nanti memiliki perpustakaan istimewa dan modern yang bisa menjadi tempat studi banding. Perpustakaan yang keren dapat menghidupkan semangat belajar anak-anak," ujar Gus Ipul dalam audiensi dengan Kepala Perpusnas, Prof. Aminuddin Aziz.
Desain dan pengelolaan perpustakaan ini sepenuhnya dipercayakan kepada Perpusnas RI untuk memastikan pemenuhan standar nasional dan tujuan pemberdayaan sosial.
Dukungan Penuh dari Perpustakaan Nasional
Prof. Aminuddin Aziz menyambut baik sinergi ini dan menegaskan komitmen Perpusnas dalam mendukung penguatan literasi inklusif. Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang telah berjalan delapan tahun akan menjadi fondasi kolaborasi ini.
Sebagai bentuk implementasi, Perpusnas menyalurkan Program Bantuan Sarana Perpustakaan Sekolah Rakyat yang mencakup:
- 1.500 judul buku untuk jenjang SD
- 1.500 judul buku untuk jenjang SMP
- 1.000 judul buku untuk jenjang SMA
- 250 judul buku digital untuk SMP dan SMA
- 2 rak buku untuk masing-masing jenjang
- 142 anjungan baca digital dengan akses ke koleksi Perpusnas dan Kemendikbud
Pendekatan Berkelanjutan Berbasis Data
Berdasarkan survei terhadap 150 Sekolah Rakyat, ditemukan tantangan signifikan dalam pengelolaan perpustakaan:
- 19 sekolah belum memiliki tenaga perpustakaan
- 11 sekolah belum memiliki sarana dan prasarana
- 7 sekolah belum memiliki ruang perpustakaan
- 29 sekolah kurang siap mengelola keberlanjutan koleksi
Data ini menjadi dasar penyusunan model bantuan berkelanjutan dengan pendekatan pendampingan intensif.
Membangun Ekosistem Literasi Inklusif
Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas, tetapi juga membangun ekosistem literasi yang terintegrasi. Perpustakaan Sekolah Rakyat akan dihubungkan dengan Perpustakaan Desa dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di sekitarnya.
"Literasi harus menjadi gerakan sosial yang menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat belajar sepanjang hayat," tegas Prof. Aminuddin.
Melalui kolaborasi strategis ini, diharapkan tercipta ekosistem belajar yang inklusif, memperluas akses pengetahuan, dan memperkuat budaya literasi sebagai bagian dari pembangunan manusia Indonesia yang unggul.
Artikel Terkait
Iran dan AS Gelar Perundingan Langsung di Oman Pasca Konflik Militer 2025
Ribuan Siswa Bandung Alami Gangguan Kesehatan Mental, Pemerintah Buka Rekrutmen Guru Sekolah Garuda
Prancis dan Kanada Buka Konsulat di Nuuk, Dukung Otonomi Greenland
Pemkot Surabaya Tegaskan Rumah Radio Bung Tomo Tetap Berstatus Cagar Budaya