jelas Arsjad.
Deretan nama dari dalam negeri yang disebut hadir cukup mentereng. Ada Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, hingga Ketua DEN Luhut Pandjaitan. Tak ketinggalan, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim S. Djodjohadikusumo, Mari Elka Pangestu, dan mantan Menlu Retno Marsudi.
Dari kancah global, bakal hadir pula sejumlah tokoh penting. Misalnya, Menteri dari Kanada Mary Ng, Utusan PM Australia Nicholas Moore, Presiden Islamic Chamber of Commerce Abdullah Saleh Kamel, dan Victor Gao dari Center for China and Globalization. Investor dan pengusaha top regional juga dijadwalkan datang.
Lembaga global macam Bank Dunia, OECD, ADB, AIIB, sampai PBB turut dalam daftar. Begitu pula dengan sejumlah sovereign wealth fund dan perusahaan swasta besar seperti Mubadala, ExxonMobil, Sinar Mas, dan Astra Indonesia. Chamber of commerce dari berbagai negara pun ikut meramaikan.
Lantas, apa yang hendak dibahas dalam forum segitu hebatnya?
Sofyan Djalil, CEO IBC, mengatakan forum ini akan mencari model pertumbuhan ekonomi yang paling cocok untuk Indonesia. Semua itu dilihat dalam konteks gejolak ekonomi dan teknologi yang bergerak begitu cepat sekarang.
tegas Sofyan.
tutupnya. Intinya, mereka ingin mencari cara agar pertumbuhan itu tak hanya cepat, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Purbaya Siap Sidak Pabrik Baja China yang Diduga Lari dari Pajak
Purbaya Santai Tanggapi Firasat Noel: Saya Tak Pernah Terima Duit
Komisi XI DPR Sepakati Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Thomas Djiwandono Usung Strategi Gerak BI untuk Pacu Pertumbuhan Inklusif