TRUE Tunda Private Placement, Tawarannya Dinilai Belum Wajar

- Senin, 26 Januari 2026 | 12:20 WIB
TRUE Tunda Private Placement, Tawarannya Dinilai Belum Wajar

Rencana PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) untuk menambah modal lewat private placement ternyata tak berjalan mulus. Perusahaan memutuskan untuk menundanya. Tak cuma itu, mereka juga sedang mempertimbangkan langkah korporasi lain yang mungkin lebih menguntungkan.

Sebelumnya, TRUE berniat menerbitkan sekitar 757 juta saham baru. Itu setara dengan 10% dari modal yang sudah ada. Skemanya adalah Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Tapi rencana itu sekarang digantung. Bahkan RUPSLB yang diagendakan pada 25 Februari 2026 ikut terkena imbas penundaan ini.

Lantas, apa alasan di balik keputusan ini?

Menurut Yohanes Eddy Christianto, Direktur Utama TRUE, tawaran yang ada dinilai belum mencerminkan harga wajar perusahaan. "Oleh sebab itu, perseroan sedang mengkaji beberapa alternatif Corporate Action yang bisa mencerminkan valuasi yang wajar dari Perseroan dan lebih mengoptimalkan kepentingan pemegang saham dalam jangka panjang," jelasnya, Senin (26/1/2026).

Meski begitu, Yohanes menegaskan bahwa upaya penambahan modal pasti akan tetap dilaksanakan. Dia juga memastikan operasional bisnis sehari-hari tidak akan terganggu. "Perseroan akan terus memantau perkembangan pasar dan akan melaksanakan PMTHMETD pada waktu yang dinilai lebih tepat serta memberikan nilai tambah maksimal bagi seluruh pemegang saham," tambahnya.

Sebenarnya, tujuan private placement itu sendiri sudah cukup jelas: untuk modal kerja dan pengembangan usaha. Hanya saja, siapa calon investor yang akan diajak kerja sama masih gelap. Semuanya masih sangat awal.

Perlu diingat, rencana semacam ini butuh lampu hijau dari banyak pihak. Mulai dari pemegang saham hingga OJK. Detail-detail krusial seperti harga saham, nama investor, atau alokasi dana yang spesifik juga belum diputuskan. Jadi, penundaan ini mungkin justru memberi mereka waktu untuk merancang strategi yang lebih matang.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar