BTN Resmi Lantik Sekjen PUPR Jadi Komisaris Baru

- Rabu, 07 Januari 2026 | 16:36 WIB
BTN Resmi Lantik Sekjen PUPR Jadi Komisaris Baru

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Tabungan Negara digelar Rabu (7/1) lalu. Agenda utamanya? Menambah satu nama baru di jajaran komisaris perseroan. Tak butuh waktu lama, para pemegang saham sepakat mengangkat Didyk Choiroel untuk mengisi posisi tersebut.

Saat ini, Didyk memangku jabatan sebagai Sekretaris Jenderal di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Latar belakangnya ini dinilai bakal memberi warna baru bagi BTN.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyambut baik keputusan ini.

"Kami optimistis komposisi pengurus yang tepat akan memberikan nilai tambah bagi strategi bisnis jangka panjang," ujarnya dalam keterangan resmi.

Menurut Nixon, kehadiran Didyk diharapkan bisa memperkuat daya saing bank di tengas dinamika industri yang terus berubah. Terutama untuk mendukung program strategis pemerintah, seperti Program 3 Juta Rumah.

Namun begitu, penambahan komisaris bukan satu-satunya keputusan penting dalam RUPSLB itu. Para pemegang saham juga menyetujui perubahan anggaran dasar perusahaan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian atas terbitnya Undang-Undang BUMN Nomor 16 Tahun 2025. Sebagai BUMN, BTN tentu wajib menaati regulasi terbaru ini.

Selain itu, ada pula pendelegasian wewenang untuk menyetujui Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026. Ini mengacu pada ketentuan Pasal 15G dalam UU BUMN, yang mewajibkan direksi menyusun RKAP sebelum tahun buku baru dimulai.

Lantas, bagaimana kondisi BTN saat ini? Hingga akhir 2025, kinerjanya terlihat cukup solid. Asetnya tumbuh 8,6 persen year-on-year, menembus angka sekitar Rp 510 triliun.

“Pertumbuhan ini ditopang kredit dan DPK yang sehat. Rasio keuangan kami juga terjaga, bahkan di atas ketentuan minimal regulator,” jelas Nixon.

Bagi manajemen, penyesuaian susunan pengurus ini bukan sekadar formalitas. Nixon menegaskan, ini adalah komitmen agar organisasi tetap lincah dan adaptif. Perubahan struktur dimaksudkan untuk mempercepat pengambilan keputusan strategis, mendukung transformasi bisnis agar lebih efektif.

“Pada akhirnya, semua ini untuk kontribusi yang lebih besar bagi penguatan ekonomi,” tambahnya.

Dengan demikian, susunan dewan komisaris BTN kini telah diperbarui. Berikut daftar lengkapnya:

Komisaris
Komisaris Utama: Suryo Utomo
Wakil Komisaris Utama: Dwi Ary Purnomo
Komisaris: Fahri Hamzah
Komisaris: Didyk Choiroel
Komisaris Independen: Ida Nuryanti
Komisaris Independen: Pietra Machreza Paloh
Komisaris Independen: Panangian Simanungkalit

Direksi
Direktur Utama: Nixon LP Napitupulu
Wakil Direktur Utama: Oni Febriarto Rahardjo
Direktur Information Technology: Tan Jacky Chen
Direktur Treasury & International Banking: Venda Yuniarti
Direktur Corporate Banking: Helmy Afrisa Nugroho
Direktur Risk Management: Setiyo Wibowo
Direktur Operations: I Nyoman Sugiri Yasa
Direktur Network & Retail Funding: Rully Setiawan
Direktur Commercial Banking: Hermita

Perubahan ini tentu belum langsung berlaku. Semua menunggu persetujuan final dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test). Setelah itu, barulah formasi baru ini resmi bekerja.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar