"Kenaikan harga emas berpotensi meningkatkan harga jual rata-rata (ASP) dan volume transaksi perseroan," katanya.
Lalu, apa yang mendorong derasnya arus dana ke aset safe haven seperti emas? Jawabannya adalah ketegangan geopolitik yang makin panas. Investor sepertinya khawatir dengan berbagai kebijakan Presiden AS Donald Trump. Ancaman terhadap independensi The Fed, intervensi militer di Venezuela, hingga rumor serangan ke Iran, semua ikut memicu kecemasan.
Belum lagi isu terbaru. Trump dilaporkan tak senang dengan hubungan dagang Kanada dan China. Dia bahkan mengancam akan mengenakan tarif baru 100 persen kepada Kanada jika mereka terus menjalin hubungan dengan China. Ancaman seperti ini jelas menambah ketidakpastian di pasar global.
Jadi, reli saham emas hari ini bukanlah hal yang kebetulan. Ini adalah cermin langsung dari gejolak dunia dan larinya dana investor mencari tempat yang aman.
Artikel Terkait
MR.D.I.Y Indonesia (MDIY) Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun dan Usul Dividen 40%
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Beban Bunga Utang Membengkak Capai Rp99,8 Triliun
IHSG Turun 0,37% ke 7.362,12 Didominasi Tekanan Jual
HAIS Bagikan Dividen Rp26,1 Miliar dari Laba 2025