"Kenaikan harga emas berpotensi meningkatkan harga jual rata-rata (ASP) dan volume transaksi perseroan," katanya.
Lalu, apa yang mendorong derasnya arus dana ke aset safe haven seperti emas? Jawabannya adalah ketegangan geopolitik yang makin panas. Investor sepertinya khawatir dengan berbagai kebijakan Presiden AS Donald Trump. Ancaman terhadap independensi The Fed, intervensi militer di Venezuela, hingga rumor serangan ke Iran, semua ikut memicu kecemasan.
Belum lagi isu terbaru. Trump dilaporkan tak senang dengan hubungan dagang Kanada dan China. Dia bahkan mengancam akan mengenakan tarif baru 100 persen kepada Kanada jika mereka terus menjalin hubungan dengan China. Ancaman seperti ini jelas menambah ketidakpastian di pasar global.
Jadi, reli saham emas hari ini bukanlah hal yang kebetulan. Ini adalah cermin langsung dari gejolak dunia dan larinya dana investor mencari tempat yang aman.
Artikel Terkait
Sepi yang Menyisakan: Kisah Pedagang Valas Jalanan di Kwitang yang Bertahan di Tengah Lesu
IHSG Bertahan di Zona Hijau, Sektor Barang Baku Melonjak 4,47%
TRUE Tunda Private Placement, Tawarannya Dinilai Belum Wajar
IHSG Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Rupiah dan Bursa Asia