Alasannya? Pergerakan harga yang dinilai tidak wajar. Saham BAIK sendiri, pada Jumat pekan lalu, sudah melonjak 24,62 persen ke level Rp324. Puncaknya, saham itu menyentuh auto reject atas (ARA). Warannya, BAIK-W, juga tak kalah panas. Meski sempat terkoreksi, instrumen ini masih mampu naik 14,29 persen ke Rp8 per unit.
Ini bukan kali pertama BAIK mendapat perhatian khusus dari Bursa. Baru beberapa hari sebelumnya, tepatnya Rabu (21/1/2026), sahamnya juga sempat disuspensi satu hari penuh. Aksi jual beli saham ini memang sedang heboh. Cuma dalam sepekan, harganya sudah melambung 65,31 persen. Bahkan, kalau dilihat dalam rentang satu bulan, kenaikannya fantastis: lebih dari 151 persen.
Kini, semua mata tertuju pada pengumuman berikutnya dari BEI. Kapan perdagangan akan dibuka kembali? Masih jadi tanda tanya besar bagi para pelaku pasar.
Artikel Terkait
Persiapan Mudik Lebaran 2026: Ban Tepat Jadi Kunci Hemat Daya Mobil Listrik
MR.D.I.Y Indonesia (MDIY) Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun dan Usul Dividen 40%
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Beban Bunga Utang Membengkak Capai Rp99,8 Triliun
IHSG Turun 0,37% ke 7.362,12 Didominasi Tekanan Jual