"Kita sekarang masuk ke periode 'show-me'," ujarnya.
"Perusahaan harus benar-benar membuktikan pertumbuhan pendapatannya untuk membenarkan harga saham yang melonjak. Dan sayangnya, dari yang saya lihat, Intel tidak termasuk dalam kelompok yang berhasil."
Di sisi lain, pergerakan sektor juga menarik diamati. Dari 11 sektor di S&P 500, tujuh di antaranya ditutup menguat. Sektor material memimpin dengan kenaikan 0,9%. Sementara energi, yang naik 0,6%, bahkan berhasil mencetak rekor penutupan tertinggi untuk hari ketiga berturut-turut. Sektor ini pula yang jadi bintang pekan lalu, dengan keuntungan mingguan yang solid.
Volume perdagangan pada Jumat itu terbilang padat, mencapai 17,34 miliar saham. Angka ini sedikit lebih tinggi dari rata-rata 20 hari terakhir.
Nah, pekan ini perhatian akan beralih ke laporan keuangan para raksasa teknologi. Beberapa nama besar seperti Apple, Tesla, dan Microsoft dari kelompok "Magnificent Seven" akan mengumumkan hasil kinerjanya. Semua mata kini tertuju pada mereka, menunggu apakah laporannya bisa mengembalikan optimisme atau justru menambah ketidakpastian.
Artikel Terkait
MR.D.I.Y Indonesia (MDIY) Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun dan Usul Dividen 40%
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Beban Bunga Utang Membengkak Capai Rp99,8 Triliun
IHSG Turun 0,37% ke 7.362,12 Didominasi Tekanan Jual
HAIS Bagikan Dividen Rp26,1 Miliar dari Laba 2025