Namun begitu, ada satu komoditas yang justru harganya dinilai terlalu rendah. Ayam ras. Harga ayam hidup di tingkat peternak saat ini cuma sekitar Rp 23 ribu per kilogram, sementara HPP-nya ditetapkan Rp 25 ribu. “Nah ini harus naik. Insyaallah di ramadan naik,” harap Amran.
Sementara untuk telur ayam dan bawang merah, serta pangan strategis lainnya, stok dan pasokan dipastikan tak bermasalah.
Di sisi lain, Amran memberikan peringatan keras. Ia menyebut tak akan ada lagi toleransi bagi pelaku usaha yang nekat menjual pangan strategis di atas HET. “Kalau ada menjual di atas HET, Satgas Pangan akan bekerja bila perlu menindak,”
“Tidak ada lagi kesempatan. Sudah lama kita imbau-imbau. Tidak boleh dijual di atas HET,”
tambahnya dengan nada tegas. Semua pihak, dari produsen, pedagang, hingga distributor, harus sepakat menjaga stabilitas ini. Keseimbangan HET dan HPP, katanya, adalah kunci supaya semua pihak di rantai pasok merasa adil.
“Dan HPP-nya kita harus jaga. Supaya apa tujuannya? Produsen tersenyum, pedagangnya bahagia, dan konsumennya juga ikut menikmati bulan suci Ramadan,” tutur Amran.
Pemerintah juga berkomitmen menindak tegas praktik kotor seperti penimbunan, spekulasi, sampai penyelundupan. Bagi Amran, kejahatan di sektor pangan ini dampaknya luas sekali. Bukan cuma merusak ekonomi, tapi juga mengancam kehidupan banyak orang.
Artikel Terkait
Airlangga Manfaatkan Panggung Davos untuk Pikat Raksasa Digital AS
Analis: Spekulasi MSCI Berlebihan, IHSG Tertekan Tanpa Alasan Kuat
Dari Hotel Mewah ke Lapak Manggarai: Kisah Kloset Bekas yang Disulap Kembali Kinclong
Ribuan Benih Sawit Sumsel Lolos Karantina, Meluncur ke Peru